Dalam semalam, Tasya bisa membawa pulang uang sekitar Rp 200 – 300 ribu.
“Itu dapat dari melayani 3 hingga 5 tamu dalam semalam. Lumayanlah, buat mencukupi kebutuhan dan ngirim ke kampung,” tutupnya.
Selama pandemi ini, para waria ini juga mengatakan belum pernah sekalipun mendapat bantuan dari pemerintah.
Selain Tasya, ada 6 waria lagi yang biasa mangkal disini.
“Sebenarnya ada dari kami yang pernah terjaring razia. Cuma mau gimana lagi, inilah dunia kami, tempat kami menyambung hidup untuk esok hari,” tutupnya dengan gaya bahasa khas waria. (RM)

















