Dan, pelaksanaan berbagai event dalam rangka pengelolaan keragaman budaya, serta pengambangan ekonomi kreatif, serta pengembangan produk kreatif.
Pencapaian kinerja atas hasil pembangunan di sektor kebudayaan dan pariwisata pada tahun 2019 yang meningkat dari tahun sebelumnya, diantaranya, peningkatan pertumbuhan pada sektor wisata dari 29,62% menjadi 32,77%, peningkatan SDM pariwisata berkompeten dari 24 orang menjadi 200 orang.
Serta persentase pelaku pariwisata yang bekerja sama dalam pengembangan wisata dari 67,07% menjadi 72,63%, dan produk ekonomi kreatif yang di daftarkan ke haki yang telah mencapai 102 produk.
Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2019, Rahma menuturkan telah mencapai 78,73 meningkat 0,4 point dari tahun sebelumnya 78,33. IPM tersebut menempati urutan ke dua tertinggi di provinsi Kepri. Nilai IPM tersebut telah melampaui IPM provinsi Kepri 75,48 dan IPM nasional 71,92.
Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi kota Tanjungpinang di 2019 sebesar 3,27%, mengalami kenaikan 0,06% dari tahun sebelumnya 3,21 persen dan garis kemiskinan di kota Tanjungpinang pada 2019 sebesar Rp659.170 dengan persentase penduduk miskin 9,03% atau menurun 0,21% dari tahun sebelumnya yakni 9,24%.
APBD tahun 2020 ini, pemko telah melakukan reffocusing anggaran guna mengantisipasi penurunan jumlah pendapatan, baik yang bersumber dari pendanaan pemerintah pusat juga yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD).
“Pengutamaan penggunaan alokasi anggaran untuk kegiatan pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 di kota Tanjungpinang yaitu, penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengamanan social,” terang Rahma.
Kerja keras seluruh jajaran pemko Tanjungpinang dan dukungan dari masyarakat. Sejumlah prestasi pun berhasil diraih pemko Tanjungpinang.

















