Batam, inikepri.com – Sekretaris Daerah Kota Batam H. Jefridin, meminta Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) memadukan objek wisata alam dan wisata budaya di Batam. Pemaduan dua objek ini dimaksudkan selain untuk menambah atraksi, juga menggali kekayaan budaya Batam.
Hal ini disampaikan Jefridin saat membuka kegiatan penanaman mangrove “Lestarikan Hutan Untuk Semua”, di ekowisata mangrove Pandang Tak Jemu, Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (17/10/2020).
“Selama ini objek wisata yang lebih banyak difokuskan, kini wisata budaya juga harus diangkat untuk saling mendukung,” kata Jefridin dalam sambutan acara yang digelar Kelompok Tani Hutan (KTH) Mangrove Bakau Serip Lestari, tersebut.
Dalam acara yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Ardiwinata itu, Jefridin mencontohkan, di ekowisata mangrove Pandang Tak Jemu ini misalnya, selain menawarkan wisata alam hutan bakau, juga diselingi dengan event budaya. Misalnya pergelaran musik hidup tradisional, juga aneka lomba ragam budaya, seperti lagu Melayu, hingga pantun budaya.
“Saya yakin pengunjung juga punya alternatif lain selain hanya menyaksikan eksotisme hutan bakau ini,” ujar dia.
Selain itu, lanjut dia, pergelaran budaya ini bukan hanya dapat disaksikan oleh orang Batam, tetapi juga orang dari luar bahkan oleh turis mancanegara. Bila perlu masukkan dalam kalender pariwisata.
Dampak yang lain kata dia, budaya Melayu akan lestari. Sebab akan diturunkan kepada generasi penerus. “Jarang ada anak muda mahir berpantun. Jadi selain memperkenalkan, juga melahirkan bibit penerus budaya daerah,” tutup dia. (ER)

















