Mengenal Ritual Pengobatan Berjenjang, Pengobatan Melayu Klasik

- Admin

Rabu, 21 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Daik, Lingga (Kemdikbud)

Gunung Daik, Lingga (Kemdikbud)

Tahun 2016 lalu, Nek Kelebang, Bomo ritual pengobatan Berjenjang meninggal dunia pada usia 102. Setelah itu, karya budaya Berjenjang belum pernah lagi dilaksanakan karena belum ada pengganti.

Kondisi tarian inipun terancam punah. Sanak keluarga dan keturunan yang menjadi pewaris belum didapatkan. Bomo, bukan dipilih oleh masyarakat ataupun pendukung kebudayaan ini. Melainkan orang terpilih, yang memang memiliki hubungan dan bisa diresapi orang bunian.

Baca Juga :  14 Penambang Timah Ilegal di Lingga Ditangkap Polisi, 5 Jadi Tersangka

“Sejak meninggalnya Nek Kelebang, belum pernah ada dibuat Berjenjang. Keturunan dan sanak keluarganya masih ada. Mudah-mudahan kebudayaan ini tidak terputus begitu saja. Ada penggantinya,” ungkap Pukcu.

Beruntungnya, pemerintah Kepri juga bertindak cepat. Kekayaan budaya ini diusulkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia tahun 2017. Agar dapat dikenal secara luas. Baik dalam literasi maupun suport terhadap kekayaan budaya warga Mentuda ini dapat terus berlanjut. Dari 23 karya budaya yang diusulkan Provinsi Kepri, Berjenjang desa Mentuda Lingga lolos. Dalam waktu dekat, Berjenjang segera diakui sebagai WBTB.

Baca Juga :  Tutup Kunker di Lingga, Ansar Safari Ramadan ke Masjid Nurus Shalah Daik

“Berjenjang yang pasti lolos,” kata Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri, Toto Sucipto, Selasa (25/04/2017) silam.

Baca Juga :  Pembangunan Lima Box Culvert di Lingga yang Menghubungkan Belukap - Nerekeh Selesai

Dengan begitu, WBTB dari Lingga segera bertambah. Sebelumnya, teater rakyat seni Sangsawan dan prodak budaya Tudung Manto juga telah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia. (ER/Muhammad Hasbi)

Berita Terkait

Lomba Takraw Meriahkan HAB ke-80 Kemenag, KUA Singkep Barat–Selatan Tampil Solid
Dukung Program Nasional Polri, Polres Lingga Ikuti Groundbreaking 442 SPPG Secara Virtual
Ops Lilin Seligi 2025, Polres Lingga Pastikan Keamanan Penumpang Kapal Ferry
MTsN Lingga Borong Emas dan Perak di SMI Lingga Championship II 2025
Yudisium STIT Lingga 2025: 46 Mahasiswa Resmi Menjadi Sarjana Strata 1
MUI Lingga Sambangi Desa Rejai, Warga Antusias Ikuti Sosialisasi Fatwa dan Dialog Publik
Wakapolres Lingga Pimpin Gotong Royong Bangun Tanggul Darurat Cegah Abrasi di Desa Lanjut
Satbinmas Polres Lingga Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir Rob di Dabo Lama

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:55 WIB

Lomba Takraw Meriahkan HAB ke-80 Kemenag, KUA Singkep Barat–Selatan Tampil Solid

Selasa, 30 Desember 2025 - 08:59 WIB

Dukung Program Nasional Polri, Polres Lingga Ikuti Groundbreaking 442 SPPG Secara Virtual

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:12 WIB

Ops Lilin Seligi 2025, Polres Lingga Pastikan Keamanan Penumpang Kapal Ferry

Selasa, 23 Desember 2025 - 08:19 WIB

MTsN Lingga Borong Emas dan Perak di SMI Lingga Championship II 2025

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:04 WIB

Yudisium STIT Lingga 2025: 46 Mahasiswa Resmi Menjadi Sarjana Strata 1

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB