Lingga, inikepri.com – Personil Kepolisian Resor (Polres) Lingga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penemuan mayat seorang laki-laki bernama inisial DS (35), dirumah kosong tepatnya di belakang Pasar Ikan Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, pada Senin (02/11/2020).
Penemuan mayat tersebut berkat adanya laporan dari warga yang masuk ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Dabo Singkep. Selanjutnya, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Dabo Singkep, Iptu Fredyanto bersama personil Polsek Dabo mendatangi lokasi yang dimaksudkan guna memastikan adanya penemuan mayat seperti yang diinformasikan oleh warga tersebut.
Kemudian, setelah memastikan adanya sesosok mayat laki-laki di rumah kosong tersebut, Kapolsek Dabo Singkep langsung berkoordinasi ke Polres Lingga, dalam hal ini menghubungi Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lingga, AKP Adi Kuasa Tarigan untuk dilakukan olah TKP.

Kegiatan itu (olah TKP) dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lingga, AKP Adi Kuasa Tarigan bersama Kapolsek Dabo Singkep, Iptu Fredyanto bersama tujuh orang anggota personil Polres Lingga dan petugas Instalasi atau Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep Lingga dengan mengunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai Protokol Kesehatan guna menjaga kesehatan dan antisipasi penularan Covid-19.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lingga, AKBP Arief Robby Rachman, SH, SIK, MSi menyampaikan bahwa, dilakukan olah TKP terhadap sesosok mayat laki-laki tersebut adalah salah satu cara kepolisian untuk mengetahui dan mendapatkan petunjuk tentang penyebab kematian korban.
“Sasaran olah TKP yang dilakukan oleh petugas INAFIS Polres Lingga adalah terhadap tubuh mayat korban dan sekitar lokasi tempat mayat tersebut ditemukan,” ujar AKBP Arief Robby Rachman, Selasa (03/11/2020).
Dari hasil olah TKP, lanjut Arief, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban bernama inisial (DS), dan sekitar lokasi, petugas menemukan banyak kaleng bekas lem.

“Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban atas nama inisial DS dibawa ke RSUD Dabo Singkep Lingga, guna pemeriksaan secara medis dan untuk dilakukan Visum Et Revertum. Hasil pemeriksaan awalnya oleh dr. Nurmauli RSUD Dabo Singkep, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap tubuh korban,” tandas Kapolres Lingga.

Sebelumnya, warga Pasar Ikan Dabo Singkep Lingga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah rumah dengan kondisi kepala terbungkus plastik dalam posisi miring dan berbau. Diduga akibat over dosis sebagai pecandu lem bermerek FOX.
Informasi dari warga sekitar lokasi tempat dimana ditemukannya mayat tersebut yakni tepatnya di bagian belakang Pasar Ikan Dabo, Kecamatan Singkep, Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), mayat yang ditemukan tersebut adalah seorang laki-laki yang berasal dari Lempur Hilir, Jambi yang diduga kuat sedang mengalami depresi berat.

Salah satu keluarga korban, Norman Sahrizal mengatakan, Almarhum DS (35) yang beralamat lengkap di Lempur Hilir, Kerinci Jambi ini mengalami gangguan jiwa akibat tidak mampu himpitan beban Ekonomi.
“Almarhum DS ini mengalami depresi, akibat desakan himpitan beban ekonomi, beliau sebelumnya sempat menjalani Rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi, namun diam-diam kembali lagi ke Dabo Singkep,” ujar Norman, dikutip dari laman hitvberita.com, pada Senin (2/11/2020).
Masih kata Norman, rencananya jenazah korban akan disemayamkan di Dabo Singkep Lingga dikarenakan korban masih ada pihak keluarga yang saat ini menetap di Penuba, Kecamatan Selayar.
“Dari hasil mufakat kami, jenazah almarhum akan di makamkan di Dabo Singkep. Almarhum tersebut sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak yang saat ini menetap di Jambi,” kata Norman.
Sementara, Kapolres Lingga, AKBP Arief Robby Rachman, membenarkan adanya penemuan mayat atas laporan dari mayarakat sekitar.

“Memang benar, ada ditemukan seorang mayat laki-laki di dalam rumah yang kondisinya sudah agak uzur (tua). Hal ini diketahui sebelumnya berdasarkan laporan masyarakat. Terkait perkara penyebab korban meninggal, saat ini belum bisa dipastikan dan kita tunggu hasil otopsi,” kata AKBP Arief Robby Rachman.
Sedangkan, informasi dari beberapa tetangga korban, almarhum tersebut selain mengalami depresi berat, Ia juga seorang pencandu Lem bermerek Fox dengan cara menghisap menggunakan kantong plastik. Sementara, untuk waktu meninggalnya korban tidak mengetahui.
“Untuk mengetahui kapan meninggalnya, kita tidak tahu secara pasti bang. Namun, kami hanya mencium bau kurang sedap saja dan setelah di lihat, ya ini, ada orang meninggal dunia,” kata salah satu tetangga korban. (IS)

















