Tarif Baru dan Perubahan Rute Angkutan Dabo–Jagoh Mulai Berlaku, Simak di Sini!

- Publisher

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAMRI Lingga. Foto: Istimewa

DAMRI Lingga. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga resmi menetapkan penyesuaian tarif dan perubahan trayek angkutan darat di beberapa wilayah, termasuk Daik dan Dabo.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari regulasi lima tahunan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Kepala Dinas Perhubungan Lingga, Hendry Efrizal, menjelaskan pada Senin, 9 Juni 2025, bahwa perubahan ini merupakan kewajiban nasional yang berlaku serentak di seluruh Indonesia.

Dalam aturan tersebut, setiap trayek angkutan umum harus dievaluasi secara berkala dan tidak boleh menggunakan nama atau rute yang sama lebih dari lima tahun.

BACA JUGA:  Buka STQH X Kabupaten Lingga, Gubernur Ansar Ajak Masyarakat Agar Meresapi Nilai-Nilai Alquran

“Sebagai contoh, trayek Daik–Pancur kini harus diubah menjadi Daik–Penarik. Demikian pula rute Dabo–Tinjul kini diganti menjadi Dabo–Jagoh,” jelas Hendry.

Tarif Ditetapkan Rp15.000 untuk Dabo–Jagoh

Untuk trayek yang baru, yakni Dabo–Jagoh, Dishub Lingga menetapkan tarif resmi sebesar Rp15.000. Rute ini akan dimulai dari Terminal Implasemen (yang sedang dalam tahap perencanaan) dan berakhir di Terminal Jagoh–Roro.

Namun, kendaraan tidak diperkenankan masuk ke area Pelabuhan Feri Jagoh. Penumpang hanya dapat naik dan turun di sepanjang rute yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:  MTsN Lingga Juara 1 Basket Putri di POS XI 2026, Torehkan Prestasi Membanggakan

Warga Tinjul dan Singkep Barat Masih Jadi Prioritas

Kendati ada perubahan nama rute, Dishub Lingga tetap berupaya menjaga aksesibilitas bagi masyarakat di wilayah yang terdampak, seperti Tinjul dan Singkep Barat.

“Kami sedang mengajukan usulan agar trayek Tinjul bisa dievaluasi menjadi Dabo–Singkep Barat. Ini karena kebutuhan masyarakat Tinjul memang lebih mengarah ke Dabo,” ungkap Hendry.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dusun Tinjul dan Jagoh untuk menjaring aspirasi warga.

Tidak Bisa Sembarangan Ganti Nama

Hendry menegaskan bahwa perubahan nama dan rute trayek tidak bisa dilakukan sepihak oleh pemerintah daerah. Semua keputusan harus mengacu pada SK resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Tutup Turnamen Bola Voli Masyarakat Tajur Biru

“Ini bukan kebijakan lokal, melainkan aturan nasional. Jadi semua provinsi, tanpa kecuali, harus menyesuaikan. Jika sudah lima tahun, maka trayek harus dievaluasi dan diperbaharui, termasuk dari segi nama dan titik tujuan,” tegasnya.

Harapan Pemerintah Daerah

Dishub Lingga berharap masyarakat dapat menerima perubahan ini dengan bijak. Penyesuaian ini, meski terasa rumit di awal, diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan ketertiban layanan angkutan umum di masa mendatang.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Unik! Dua Pasang Pengantin Akad Nikah di Atas Perahu LANTERA di Lingga
Toreh Prestasi di OMI 2026, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Wakili Lingga ke Tingkat Provinsi
Karhutla Lingga Meluas 12 Hektare, Lahan Gambut dan Angin Kencang Jadi Kendala
Dari Matematika hingga IPS, 9 Murid MTsN Lingga Unjuk Kemampuan di OMI 2026
10 Siswa MTs Aqidatunnajin Daik Terima Beasiswa BAZNAS Lingga
Semarak HUT ke-81 RI, MTsN Lingga Gelar E-Sport Football Cup Antar Kelas
Cek Kesehatan hingga Vaksin HPV, MIN Lingga Gelar BIAS Bersama Puskesmas Dabo Lama
KUA Lingga Utara Kembali Gelar Gerakan Khataman Al-Qur’an, Targetkan Lima Kali Khatam di Masjid At-Taqwa

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:10 WIB

Unik! Dua Pasang Pengantin Akad Nikah di Atas Perahu LANTERA di Lingga

Senin, 14 September 2026 - 08:58 WIB

Toreh Prestasi di OMI 2026, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Wakili Lingga ke Tingkat Provinsi

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Karhutla Lingga Meluas 12 Hektare, Lahan Gambut dan Angin Kencang Jadi Kendala

Rabu, 9 September 2026 - 06:17 WIB

Dari Matematika hingga IPS, 9 Murid MTsN Lingga Unjuk Kemampuan di OMI 2026

Rabu, 2 September 2026 - 08:09 WIB

10 Siswa MTs Aqidatunnajin Daik Terima Beasiswa BAZNAS Lingga

Berita Terbaru