Terkait Pencabulan Yang Dilakukan Oleh Tokoh Agama, Kapolsek Batuaji: Kami Tangani Secara Profesional dan Proporsional

- Publisher

Rabu, 11 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

INIKEPRI.COM – Dugaan peristiwa pencabulan yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum pemuka agama di Tanjung Uncang, yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial akhir-akhir ini, sudah sampai pada tahap gelar perkara dan penetapan tersangka.

Oknum pemuka agama yang berdomisili di Tanjung Uncang tersebut, NP (38), resmi ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur, sebut saja Bunga (15). Bukti visum et repertum menjurus perbuatan pelaku yang mencabuli korban dibawah umur tersebut.

BACA JUGA:  Pembukaan Wisata Bintan dan Nongsa Diusulkan Ditunda Hingga Awal 2022

Menurut penyidik pembantu yang menangani perkara tersebut menyampaikan kepada media, bahwa tahap-tahap penyelidikan terhadap suatu peristiwa pidana yang menyangkut peristiwa dugaan tindak pidana pencabulan tersebut, sudah dilakukan mulai dari tahap penerimaan laporan polisi, melengkapi adimistrasi penyelidikan dan penyidikan, permintaan VER, pemeriksaan saksi-saksi hingga gelar perkara sudah dilaksanakan.

“Tahap demi tahap penyelidikan kami laksanakan untuk menangani perkara tersebut, sehingga kami bisa menyimpulkan apakah terduga tersebut, layak untuk dinaikkan statusnya sebagai tersangka atau tidak,” ungkap penyidik pembantu.

BACA JUGA:  Amsakar Bangga Batam Dipercaya Gelar Rakor PAD Nasional: Sinergi Kunci Menuju Daerah Mandiri

Sebelumnya Ibu kandung korban ES (44), melaporkan kejadian yang menimpa korban ke Polsek Batuaji pada hari Senin tanggal 26 Oktober 2020 yang diterima oleh unit SPK Polsek Batuaji. 

ES menceritakan kronologis kejadian bahwa pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2020 mengetahui bahwa anaknya telah menjadi korban pencabulan berawal dari adanya isu atau gosip yang beredar di tempat tinggal korban. 

BACA JUGA:  Jahat! Resedivis Ini Kembali Cabuli Anak Dibawah Umur

Kemudian ER menanyakan langsung kepada korban dan korban bercerita bahwa sejak bulan Januari 2020 hingga bulan Juni 2020 terduga pelaku NP telah mencabuli korban. Setelah mendengar cerita tersebut, Ibu korban pun merasa tidak senang dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Batuaji.

Berita Terkait

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan
Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik
Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil
GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya
VIRAL! Tiga Anak di Bengkong Belum Sekolah, Amsakar Langsung Turun Tangan
PLN Batam Buka Akses Informasi Kompensasi Pascagangguan Listrik, Pelanggan Bisa Cek Lewat Aplikasi
Amsakar Instruksikan Percepatan Serapan Anggaran Pemko dan BP Batam, Soroti Air Bersih hingga Sampah

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:44 WIB

Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 12:22 WIB

Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik

Kamis, 5 November 2026 - 10:25 WIB

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Rabu, 4 November 2026 - 10:30 WIB

GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya

Rabu, 4 November 2026 - 07:22 WIB

VIRAL! Tiga Anak di Bengkong Belum Sekolah, Amsakar Langsung Turun Tangan

Berita Terbaru