Vaksin Tidak Bisa Hentikan Penyebaran Virus Covid-19

- Admin

Selasa, 15 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Freepik/wirestock)

(Freepik/wirestock)

INIKEPRI.COM – Indonesia sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari China. Meski begitu, vaksin tersebut masih menunggu hasil evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebelum dinyatakan layak.

Kehadiran vaksin diakui memberi harapan baru bagi banyak orang di dunia di tengah pandemi virus corona ini. Tak sedikit juga yang menganggap kalau pandemi segera berakhir dengan ditemukannya vaksin tersebut.

Namun, pada kenyataannya vaksin diciptakan bukan untuk menjadi solusi satu-satunya mengakhiri pandemi. Konsultan Biologi Molekuler Independen Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, dalam acara Kelas Umum Pandemi yang diadakan Lapor Covid-19, mengatakan bahwa vaksin yang sudah ada saat ini tidak didesain untuk mencegah penularan, melainkan untuk mencegah gejala.

Baca Juga :  ini Alasan Para Ahli Sarankan Pakai Face Shield Ketimbang Masker Kain

Karena itu, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air dan sabun, serta menjaga jarak. Ini penting untuk tetap dilakukan karena setelah vaksin diberikan, masih menunggu 3 minggu hingga satu bulan untuk antibodi muncul.

Baca Juga :  Tiga Kabupaten di Kepri Nol Kasus COVID-19

“Penting ketika memahami wacana vaksin, pahami konteks 3T dan 3M, jangan sampai lemah. Vaksin sebagai solusi itu masih punya lubang besar, vaksin tidak bisa hentikan itu. Vaksin bukan quick fix,” ujar Rusdan belum lama ini.

Ada alasan kenapa vaksin yang diciptakan saat ini hanya ditujukan untuk mencegah gejala. Rusdan menjelaskan, jika vaksin dibuat untuk mencegah penularan virus maka jumlah relawan dalam uji klinis harus dalam skala yang sangat besar.

Baca Juga :  Bintan Terapkan PTM 100 Persen di Sejumlah Pulau

Karenanya, biaya yang dibutuhkan pun akan sangat mahal. Selain itu, vaksin ini dibuat oleh perusahaan swasta yang tentunya ingin mendapatkan keuntungan atau komersial.

“Biaya yang tinggi mereka akan kembalikan lagi ke konsumen. Kalau vaksin terlalu mahal, siapa yang akan beli? Jadi, fokusnya mencegah gejala,” jelasnya. (ER/Viva)

Berita Terkait

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental
Sehat Sampai Tua Dimulai dari Sekarang, Ini Kebiasaan Sederhana yang Perlu Dijaga

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:58 WIB

Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB