Senin, 1 Maret 2021
log
16 Jan 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., memimpin langsung upacara tabur bunga memperingati Hari Dharma Samudera Tahun 2021.

Upacara itu berlangsung di Dermaga Yos Sudarso, Markas Komando (Mako) Lantamal IV, Jalan Yos Sudarso Nomor 1 Batu Hitam, Tanjungpinang Kepulauan Riau (Kepri) pada Jumat (15/1/2021) pagi.

Upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang gugur di medan pertempuran laut Arafuru. Kemudian pembacaan singkat pertempuran laut Arafuru, pelarungan bunga ke laut oleh Danlantamal IV dan tabur bunga oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Lantamal IV dan tamu undangan lainnya serta diakhir dengan sesi foto bersama.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor Marinir Saul Jamlaay mengatakan upacara tabur bunga yang baru saja dilaksanakan ini adalah dalam rangka memperingati peristiwa pertempuran di laut Arafuru 59 Tahun silam.

Penaburan bunga ke laut oleh Danlantamal IV Tanjungpinang, seluruh PJU Lantamal IV dan tamu undangan lainnya. (ist)

“Peringatan Hari Dharma Samudera pada hakekatnya merupakan wujud penghormatan kepada para pahlawan, pejuang dan tokoh TNI Angkatan Laut (AL) yang telah mendarmabaktikan seluruh jiwa raganya untuk kejayaan bangsa dan Negara,” ujarnya usai pelaksanaan upacara.

Lebih jauh dijelaskan bahwa, peristiwa heroik itu terjadi pada tanggal 15 Januari 1962 di laut Arafuru. Dimana terdapat tiga (3) Motor Torpedo Boat (MTB) yang sedang mengemban misi infiltrasi mendaratkan pasukan khusus di Papua.

“Terlibat pertempuran laut melawan satuan tempur laut Belanda yang terdiri dari dua (2) kapal perusak HR MS Evertsen dan HR MS Utrecht. Pesawat patroli maritim Neptune serta pesawat tempur Firefly,” jelasnya.

Komodor Yos Sudarso yang berada di RI Matjan Tutul, lanjutnya, memerintahkan kapal untuk maju menyongsong kedatangan kapal-kapal Belanda. Manuver ini untuk mengalihkan perhatian, agar serangan musuh tertuju pada RI Matjan Tutul. Tembakan-tembakan meriam kapal Belanda mengenai anjungan kapal cepat torpedo Angkatan Laut itu.

“Dalam situasi yang sangat genting ini, Komodor Yos Sudarso tetap gigih bertempur dengan mengumandangkan seruan Kobarkan Terus Semangat Pertempuran melalui radio telefoni. RI Matjan Tutul tenggelam dan Komodor Yos Sudarso gugur secara Gentle And Brave dalam pertempuran tersebut sebagai kusuma bangsa,” ujarnya. (IS/rill)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x