Kamis, 25 Februari 2021
log
23 Jan 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Duta CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) Batam Dhiaulhaq dan Dokter Missy ikut mendampingi kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Batam, Jumat s d Sabtu (22/23/1/2021). 

Dalam konferensi pers tersebut, ia menilai adanya Duta CHSE di Kota Batam merupakan gagasan yang baik untuk merangkul semua lapisan masyarakat terlibat melaksanakan protokol kesehatan. 

“Duta CHSE ini adalah bagian dari gerakan secara masif di seluruh wilayah Indonesia, dan program CHSE ini program unggulan di masa pandemi,” terangnya. 

Kunjungan kerjanya tersebut Sandiaga meninjau sejumlah lokasi pariwisata Kota Batam, Nongsa Point Marina (NPM), Nongsa, Infinite Studio Batam, dan Palm Spring Batam, dan Dekranasda Kota Batam. Sebelumnya ia meninjau pelaksanaan protokol kesehatan (protkes) di Bandara Hang Nadim. 

“Saya meninjau kesiapan dan pelaksanaan protkes di Bandara Hang Nadim saya melihat kepatuhan petugas sangat ketat,” katanya. 

Turut dalam kegiatan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Assisten ekonomi pembangunan Kepri Syamsul Bahrum, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar dan juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata.

Sandiaga menyebutkan, ada dua hal yang ingin ia dapatkan dalam kunjungannya. Pertama, memastikan kesiapan prokes yang ketat dan disiplin sehingga ekonomi kembali menggeliat, terutama sektor pariwisata. 

“Kita bisa melihat yang paling terdampak hotel dan restauran dengan tingkat kunjungan yang turun,” imbuhnya.

Kedua, selain industri pariwisata secara umum, ekonomi kreatif menjadi perhatian Kemenparekraf. Batam, lanjut dia, industri kreatifnya sangat tumbuh karena berdekatan dengan pusat pertumbuhan dunia yaitu Singapura dan Malaysia, maka dari itu perlu dijaga.

“Saya sangat mengenal Batam, usaha pertama saya sebagai pebisnis di Batam dan bernostaligia setiap kali ke sini. Batam punya potensi yang luar biasa,” papar dia.

Sandiaga juga mengungkapkan yang akan diterapkan Kemenparekraf di Batam yang notabenenya merupakan boarder tourism seiring kunjungan ini. Menurutnya, kunci pertama adalah meyakinkan bahwa situasi kesehatan ini kelola dengan ketat dan disiplin, selain memulai merencanakan program-program stimulus agar Parekraf terus bangkit.

“Jika Batam bisa mendapatkan angka penularan yang terus menurun dan zero community infection. kita mungkin kita bisa menerapkan boarder tourism ini sebagai gerbang nomor dua atau tiga setelah Bali,” imbuhnya. (RBP)

4 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x