Partai Demokrat Diprediksi ‘Hilang’ 2024

- Publisher

Sabtu, 20 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SBY (ist)

SBY (ist)

INIKEPRI.COM – Pengamat sekaligus pegiat media sosial, Denny Siregar kembali melempar kritikan pedas kepada Partai Demokrat. Denny mengatakan, partai tersebut terlalu bergantung pada nama besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal, kata dia, menjual sosok yang sudah pensiun sebenarnya kurang baik.

Dilansir dari video berjudul ‘Denny Siregar: Pak SBY, Sudahlah! Bapak Istirahat Saja’ di saluran Youtube 2045 TV, Denny menyadari bahwa Partai Demokrat dan SBY bagai dua hal yang tak bisa dipisahkan. Bahkan, dia mengibaratkan Partai Demokrat sebagai bayi yang telah dibesarkan dan dibina SBY dengan sungguh-sungguh.

BACA JUGA:  Banyak Warga Indonesia Tidak Mau Dipimpin Presiden dari Kalangan Militer dan Polisi

Namun, kata Denny, sejak beberapa tahun terakhir, Partai Demokrat diserang banyak persoalan, salah satunya korupsi. Imbasnya, elektabilitasnya menurun tajam. Bahkan, mereka sampai di titik terendahnya pada Pemilihan Presiden atau Pilpres dua tahun lalu.

Bukan tak mungkin, kata Denny, penurunan angka tersebut semakin buruk, dan membuat Partai Demokrat lenyap pada Pilpres 2024 mendatang.

BACA JUGA:  Sambangi DPP Partai Demokrat, Amsakar-Li Claudia dapat 'Tiket' dari AHY untuk Pilwako Batam 2024

“Tahun 2009, Demokrat sampai di titik tertingginya dengan menguasai 20 persen kursi parlemen. Setelah itu, banyak terjadi korupsi di badan partai sendiri. Kader-kadernya, ketika merasa berkuasa, mereka mencuri dari mana-mana, seperti Hambalang, e-KTP dan macem-macem,” ujar Denny Siregar, dikutip Jumat 19 Februari 2021.

“Maka tahun berikutnya, Partai Demokrat itu anjlok sekitar 10 persen. Sementara periode 2019 ini kalau enggak salah hanya 7,7 persen. Artinya, tinggal 3,7 persen lagi Partai Demokrat akan hilang (karena tak mencapai syarat 4 persen). Diprediksi, 2024 mereka hilang,” sambungnya.

BACA JUGA:  Kampanye Hajar Serangan Fajar, KPK Gandeng KPU, Bawaslu dan Kominfo

Berkat kenyataan tersebut, SBY kemudian dituding panik dan ketakutan. Bayi yang kini sudah besar justru ditinggalkan publik. Itulah mengapa, mantan Presiden Indonesia itu mulai banyak bersuara, menyampaikan kritikan kepada pemerintah, dan kembali berdiri di barisan terdepan.

Hanya SBY Yang Bisa Selamatkan Partai Demokrat

Berita Terkait

Silaturahmi Hanura dan Bawaslu Batam, Bahas SIPOL hingga Validitas Kepengurusan Partai
Formasi Baru! Duet ‘Kak Randi– Mas Kamal’ Resmi Pimpin NasDem Batam: Siap Dekatkan Politik ke Rakyat, Pemilih Muda Dibidik
Sejarah NasDem dan Ujian Terbarunya: Membaca Isu Merger di Peta Politik Nasional
Banyak Capaian Nyata dalam 1,5 Tahun, KNPI Puji Pemerintahan Prabowo: Mulai Pemberantasan Korupsi hingga Mafia Tambang
Gerindra Kepri Terus Bergerak Hadirkan Dampak Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat
Wacana Polri di Bawah Kementerian Ditolak PROJO, Ini Alasannya
DPW NasDem Kepri Kumpulkan DPD se-Kepri: Soliditas Kader Jadi Fokus Utama
Dukungan untuk Rocky Marciano Bawole Pimpin Kembali DPW PKB Kepri Terus Mengalir

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:22 WIB

Silaturahmi Hanura dan Bawaslu Batam, Bahas SIPOL hingga Validitas Kepengurusan Partai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:55 WIB

Formasi Baru! Duet ‘Kak Randi– Mas Kamal’ Resmi Pimpin NasDem Batam: Siap Dekatkan Politik ke Rakyat, Pemilih Muda Dibidik

Jumat, 17 April 2026 - 07:20 WIB

Sejarah NasDem dan Ujian Terbarunya: Membaca Isu Merger di Peta Politik Nasional

Sabtu, 11 April 2026 - 15:38 WIB

Banyak Capaian Nyata dalam 1,5 Tahun, KNPI Puji Pemerintahan Prabowo: Mulai Pemberantasan Korupsi hingga Mafia Tambang

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:32 WIB

Gerindra Kepri Terus Bergerak Hadirkan Dampak Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru