Minggu, 18 April 2021
19 Mar 2021
Ilustrasi (ist)
Ilustrasi (ist)

INIKEPRI.COM – Seorang remaja pria berinisial AKS (19 tahun) mesti berurusan dengan polisi, lantaran terjerat kasus asusila. AKS ditangkap Ditreskrimum Polda Kepri setelah menghamili anak dibawah umur berinisial GP.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH., didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH, S.Ik., MH, Jumat (19/3/2021).

Kronologis bermula, saat AKS memfollow akun Instagram Korban GP.

“AKS mengajak korban untuk berkenalan, setelah akrab berkenalan di Media Sosial tersangka selanjutnya meminta nomor WhatsApp korban untuk berkomunikasi lebih lanjut,” jelas Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH, pada konferensi pers di Mapolda Kepri, Jum’at (19/3/2021).

Konferensi pers di Mapolda Kepri (ist)

Lebih lanjut, AKBP Imran, SH menjelaskan, pada akhir Bulan November 2020 sekira pukul 10.00 WIB, korban dijemput oleh tersangka dengan menggunakan sepeda motor di daerah Batam Center.

“Dengan maksud untuk mengajak korban makan dan jalan-jalan dan didalam perjalanan tersangka menawari korban untuk makan, namun korban menolak, setelah mendengar hal tersebut tersangka langsung membawa korban ke salah satu Hotel diwilayah Pelita, Kota Batam,” sambung AKBP Imran, SH.

Di Polaris Hotel – Pelita itulah, AKS mengajak korban masuk ke dalam kamar dan setelah berada di dalam kamar tersangka merayu korban dengan cara mencium dan memeluk korban.

“Namun korban menolak dengan menepis tangan tersangka, pada saat itu tersangka kembali meraih tangan korban dan merayu korban. Lalu tersangka melakukan persetubuhan layaknya suami istri,” jelas dia lagi.

Lalu pada bulan Januari 2021, korban mengetahui bahwa dirinya telah hamil atas perbuatan yang dilakukan oleh tersangka, mengetahui hal tersebut tersangka menyarankan untuk menggugurkan kandungan korban.

“Tapi tidak terlaksana dan sampai saat ini korban telah hamil empat bulan. Modus operandi tersangka ini adalah menyetubuhi korban dengan cara membujuk korban dengan berjanji akan menikahi dan tidak akan meninggalkan korban,” ungkap AKBP Imran SH.

Selanjutnya, pada hari Kamis tanggal 18 Maret 2021, sekira pukul 16.00 WIB, Tim dari Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Mustafa Plaza Batam Center. Mengetahui hal tersebut Tim langsung menuju ke lokasi dan ketika melihat tersangka langsung melakukan penangkapan dan membawa tersangka ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

″Barang Bukti yang diamankan adalah 1 helai dress warna hitam, 1 helai bra warna hitam, 1 helai celana dalam warna merah jambu, 1 lembar fotocopy akte kelahiran atas nama korban, 1 lembar fotocopy ijazah atas nama korban, 1 lembar kwitansi berobat di RS. Elizabet, dan 1 lembar hasil USG korban,” tuturnya lagi.

Konferensi pers di Polda Kepri (ist)

Atas perbuatannya tersangka dapat dikenakan Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang. Dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Singkat 5 Tahun Dan Paling Lama 15 Tahun Dan Denda Paling Banyak Rp. 5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah). (ER)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x