Sempat Jadi Primadona, Batam Kini Disalip Wilayah Ini

- Publisher

Jumat, 19 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Pertumbuhan ekonomi di Batam Kepulauan Riau disebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kalah dengan ekonomi daerah terdalam di Indonesia. Dia mencontohkan ekonomi Morowali Sulawesi Tengah masih dapat tumbuh rata-rata 17% di tahun 2020 lalu.

“Disinggung Ibu Ani (Menteri Keuangan) pertumbuhan ekonomi Batam di bawah rata-rata. Anda lihat Morowali pertumbuhan ekonominya 17%, middle of nowhere. Kenapa? karena di kepercayaan kita lindungi mereka,” jelas Luhut dalam konferensi pers, Kamis (18/3/2021).

BACA JUGA:  Abaikan PPKM Mikro, Pekerja dan Tamu K2 KTV Berhamburan Lari Didatangi Polisi

Ia bilang dibutuhkan dorongan untuk meningkatkan ekonomi Kepulauan Riau. Sehingga urgensi efisiensi atau pengurangan biaya logistik menjadi penting untuk mendorong ekonomi daerah. Salah satunya dengan menerapkan Batam Logistik Ecosystem.

Dari efisiensinya dari penebusan Delivery Order (DO) dan Persetujuan Pengeluaran Petikemas dilakukan secara online dapat menghemat waktu hingga 91% dan biaya mencapai Rp 402 miliar per tahun. Sedangkan dari pemesanan truk juga dilakukan secara online diklaim dapat menghemat biaya mencapai Rp 975 miliar per tahun.

BACA JUGA:  Jufri Helmi Nahkodai PC PII Tanjungpinang

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan Pemda akan memberi dukungan untuk mendorong ekonomi kepulauan Riau. Nanti akan diberikan relaksasi dari retribusi pajak untuk memacu investasi.

“Kita sedang menghitung beberapa relaksasi retribusi dari pajak daerah untuk memacu investasi, jadi kita inline dengan pemerintah pusat memberi berbagai relaksasi, dan segera akan kita launching,” jelasnya.

“Hanya kita yakin relaksasi itu akan total loss-nya. Makanya dengan Bu Sri Mulyani dan Menko soal labuh jangkar itu bisa menutupi total loss kita,” tambahnya.

BACA JUGA:  Nongsa dan Lagoi Siap Dibuka Terbatas Untuk Wisman

Dari data Badan Pusat Statistik Indonesia pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau secara kumulatif mengalami kontraksi sebesar 3,80% di 2020. Dibandingkan pada 2019 ekonomi Kepulauan Riau dapat tumbuh 4,84%. Sedangkan pada 2018 tumbuh 4,58. Sedangkan ekonomi di Morowali tumbuh 12,39% (yoy) pada 2018, juga tumbuh 14% (yoy) di 2017. (ER/CNBCIndonesia)

Berita Terkait

Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat
Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi
KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang
Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar
Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026
Cuaca Batam 7 Oktober: Sejumlah Wilayah Diprakirakan Berkabut, Suhu hingga 32 Derajat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:02 WIB

KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar

Berita Terbaru