Minggu, 18 April 2021
Ikuti Kami di :
25 Mar 2021
(IS/inikepri.com)
(IS/inikepri.com)

INIKEPRI.COM – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 4 kilogram (kg) dari Malaysia ke Indonesia. Selain barang bukti, Lanal Batam juga berhasil mengamankan dua penyelundup, M (39) dan K (37).

Komandan Lanal (Danlanal) Batam, Kolonel Laut (P) Sumantri, mengatakan, barang haram tersebut berasal dari negara Malaysia yang masuk ke perairan Indonesia. Kedua penyelundup diamankan di Pulau Judah, Kecamatan Moro, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, pada Rabu (24/3/2021).

“Informasi rencana penyelundupan sudah sepekan masuk laporan ke saya, sebelum mereka ini tertangkap. Memang pertama belum berhasil, nah yang kedua inilah baru kami berhasil menggagalkan narkoba yang masuk dari Malaysia ke Indonesia,” kata Kolonel Laut (P) Sumantri, saat gelar Konferensi Pers di Mako Lanal Batam, Kamis (25/3/2021).

Penangkapan terhadap dua orang tersangka asal Aceh Utara ini berkat informasi dari masyarakat bahwa, akan ada pengiriman barang haram jenis Amfetamin dari Pontian, Malaysia tujuan Batam. Dari informasi tersebut, Tim Intelijen selanjutnya berkordinasi ke Ops Lanal Batam yakni Kapal Angkatan Laut (KAL) Nipa dan Combat Boat untuk berkolaborasi melakukan penyekatan dan penangkapan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), yang telah bersedia memberikan informasi kepada tim Lanal Batam sehingga kami bisa menggagalkan penyelundupan narkoba ini,” ujar Danlanal Batam.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak lagi bersedia menjadi kurir narkoba.

“Saya mewakili dari TNI-AL, mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak mau jadi kurir peredaran narkoba. Bila tertangkap, sangat berat hukumannya,” ucapnya.

Sementara, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, mengingatkan kembali bahwasanya penyalahgunaan narkotika sabu ataupun jenis lainnya dapat merusakkan generasi penerus bangsa.

“Selalu berhati-hati terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Sekali lagi saya tekankan, peredaran narkotika akan selalu kami sikat, dan kami habisi, tidak ada ruang bagi mereka-mereka yang ingin menyelundupkan narkoba. Apalagi yang ingin merusak generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka, mereka baru pertama kali melakukan penyelundupan Narkoba. Keduanya di upah sebesar Rp35 juta per kg, bila berhasil menyelundupkan barang haram tersebut.

“Saya bekerja di sana (Kilang, Malaysia), sudah 2,5 Tahun. Orang India yang menitipkan ke saya. Saya diupah Rm10 ribu (per kilogram),” ujar salah satu tersangka berinisial M, ketika diwawancarai sejumlah awak media.

Dari hasil penangkapan tersebut, Tim Opsus Dispamsanal Mabesal menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya empat kg sabu, tiga unit telepon genggam (HP), dua Kartu Tanda Pengenal (KTP) dan paspor. (IS)

3.5 2 votes
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x