INIKEPRI.COM – 47 hari pasca dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), isu keretakan hubungan antara Ansar Ahmad dan Marlin Agustina seakan mulai tercium publik.
Satu per satu permasalahan yang seharusnya menjadi rahasia antar keduanya, perlahan terkuak melalui pengusungnya masing-masing.
Bermula dari sebelum pelantikan Ansar Ahmad-Marlin Agustin pada 25 Februari 2021, secara tiba-tiba Saparuddin Muda, Pendiri Perkumpulan Pemuda Tempatan (Perpat), salah satu Ormas pendukung Ansar-Marlin pada Pilkada Kepri, menggunggah pada akun Facebook miliknya ucapan selamat tanpa menyertakan foto Ansar Ahmad.
Sontak saja, hal itu membuat kehebohan di jagad maya dan menjadi pembicaraan hangat para pelaku politik di Kepri.
Isu yang berkembang, ihwal keretakan Ansar dengan Sapar, sapaan akrabnya, dikarenakan, tidak adanya ucapan terima kasih secara pribadi dari Ansar atas kerja keras Perpat pada Pilkada 2020 lalu.
Bahkan, Sapar mengatakan, telepon dan pesan WhatsApp darinya pun seakan tidak digubris oleh sang Gubernur.
Perpat Dorong Rudi di 2024
Pasca dilantik tepatnya, 10 Maret 2021, Perpat mulai menunjukkan aksinya dengan mengadakan silaturahmi dengan Marlin Agustina, Wakil Gubernur Kepri, dan Rudi Wali Kota Batam, yang juga suami dari Marlin, di Golden Prawn, Bengkong.

Pada forum itu, Rudi, bertanya kepada para hadirin, pada pemilu serentak 2024 yang akan datang, ia layaknya bertarung sebagai calon legislatif DPR RI atau sebagai calon Gubernur Kepri.
Saat itu, secara membahana, para hadirin meminta Rudi agar “bertarung” kontestasi Pilkada Kepri.
Meski 2 hari berselang, 12 Maret 2021, Sapar, membeberkan bahwa keinginan dari Perpat lah agar Rudi maju di pemilihan Gubernur 2024 yang akan datang.
“Perpat berpendapat sebaiknya Pak Rudi maju Gubernur Kepri 2024,” kata Sapar, dikutip dari suaratempatan.com.
Amarah Sapar Ancam Demo Ansar
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















