Motif dibalik perpecahan ini akhirnya terjawab, Perpat menuntut janji politik Ansar ke Marlin.
Kabarnya, Ansar pernah menjanjikan jabatan sekretaris daerah dan tiga kepala dinas strategis akan menjadi kuasanya Marlin.
Tak ingin Ansar disudutkan oleh Perpat, Garda Nasional (Garnas) Batam, sayap partai Golkar, balik menyerang.
Melalui ketuanya, Ryan Jimmi Siburian, Garnas mengaku geram dengan H. Muhammad Rudi.
Ryan mengatakan, kesepakatan politik antara Rudi dan Ansar di Radisson Hotel beberapa waktu yang lalu hanya menjadi janji-janji belaka.
Padahal, kata Ryan, kesepatakan itu lintas partai dan dihadiri 5 personel selaku negosiator dan pimpinan Partai saat itu.
Versi Garnas Batam, dikutip dari gurindam.id, inilah beberapa janji politik Rudi saat Pilkada 2020 yang lalu.
1. Golkar mendukung Rudi di Batam, Rudi dengan Nasdem-nya mendukung Apri Sujadi dan Robi di Pilkada Kabupaten Bintan. Namun kenyataannya Rudi bersama Nasdemnya memajukan calon sendiri di Bintan. “
2. Batam dan Karimun harus menjadi target Nasdem untuk memenangkan Ansar-Marlin. Realisasinya suara Rudi besar, tapi Ansar Marlin kalah untuk di Batam.
3. Untuk Tanjung Pinang, Rudi punya Komitmen untuk mendukung kader Golkar Ade Angga maju dalam kursi eksekutif namun kenyataannya mentah.
Kerugian Bagi Masyarakat Kepri
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















