Jembatan Batam-Bintan Bakal Dikenakan Tarif, Dirancang dengan Standar Tol

- Publisher

Sabtu, 24 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jembatan Batam-Bintan (ist)

Ilustrasi Jembatan Batam-Bintan (ist)

INIKEPRI.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun Jembatan Batam-Bintan dengan desain berbentuk jembatan tol.

Dengan demikian, pengguna kendaraan yang melintasi jembatan tersebut akan dikenakan tarif.

Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR Yudha Handita Pandjiriawan mengatakan hal itu dalam siaran pers, Jumat (23/04/2021), disitat dari Kompas.com

“Karena berbentuk jembatan tol, terdapat perubahan desain agar menyesuaikan standar (tol),” tutur Yudha.

Yudha mengatakan, desain jembatan ini sudah dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau pada 2005, kemudian diperbarui Tahun 2010.

Jembatan yang awalnya selebar 28 meter, kini disesuaikan menjadi 33 meter.

Untuk diketahui, Jembatan Batam-Bintan merupakan jembatan khusus yang memiliki dua tujuan yaitu Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan.

BACA JUGA:  Ketua MPR RI Dukung Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Jembatan ini dirancang dengan total panjang 7.000 meter. Rinciannya, Batam-Tanjung Sauh sepanjang 2.000 meter. Sedangkan, Tanjung Sauh-Bintan sepanjang 5.000 meter.

Dalam membangun jembatan ini, Pemerintah menempuh skema pembiayan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembiayaan pembangunan infastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebagai contoh, bagi swasta, memiliki kepastian pengembalian (investasi) ditambah keuntungan.

“Sementara keuntungan (yang didapatkan) Pemerintah, banyak yang mengawasi. Sehingga, tercipta tertib admininistrasi dan teknis untuk melayani masyarakat lebih baik,” terang Basuki.

BACA JUGA:  [FOTO] Calon Jembatan Terpanjang di RI, Ini Penampakan Lokasinya

Hingga kini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR tengah melakukan kajian teknis dan finansial pada pembangunan Jembatan Batam-Bintan.

Meski menggunakan skema KPBU, Pemerintah juga memberi dukungan finansial agar proyek tetap feasible (layak).

Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, ada porsi yang dibantu oleh Pemerintah sekitar 30 persen. 

Jembatan yang akan dibiayai Pemerintah adalah Batam-Tanjung Sauh, sedangkan Tanjung Sauh-Bintan akan dibangun oleh investor melaui proses lelang.

Yudha menjelaskan, untuk Tanjung Sauh-Bintan yang menggunakan KBPU, desain yang ada akan menjadi dasar dan dapat diperbarui oleh investor menjadi Detail Engineering Design (DED).

Untuk melengkapinya akan ditindaklanjuti kekurangan-kekurangan yang ada dalam tahap finalisasi.

BACA JUGA:  Ketua MPR: Proyek Jembatan Batam-Bintan Dilelang Tahun Ini

Sementara Batam-Tanjung Sauh, Pemerintah akan menyelesaikan berbagai kekurangan pada desain jembatan.

Saat ini, progres pembangunan Jembatan Batam-Bintan masih dalam tahap finalisasi pembahasan KPBU dan diharapkan segera mulai konstruksi.

Kehadiran Jembatan Batam-Bintan mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjung Sauh dan shelter di Pulau Bintan.

Dengan demikian diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi wilayah serta meningkatkan konektivitas di Kepulauan Riau dengan mengurangi waktu tempuh dan biaya transportasi orang dan barang.

“Bapak Menteri PUPR dan Bapak Presiden berharap tahun 2024 tidak ada pembangunan fisik. Itu menjadi perhatian kami, maka sebelum (tahun) 2024, jembatan ini sudah selesai,” pungkas Yudha. (ET/Kompas)

Berita Terkait

BP Batam Perkuat Pembinaan Talenta Muda Lewat Batam Prime International Grassroot Football sebagai Festival 2026
Amsakar Beberkan Strategi Batam Percepat Pembangunan di Hadapan DPRD Dumai
RSBP Batam dan BPOM Tingkatkan Koordinasi Pendistribusian Obat: Keselamatan Pasien Jadi Prioritas
BP Batam Dukung Penertiban Pemanfaatan Ruang Laut Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan
311 Pejabat Dilantik, Amsakar Siapkan Birokrasi Batam yang Cepat, Profesional, dan Responsif
Amsakar Optimistis Ekonomi Batam Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pendapatan Daerah Diproyeksi Tembus Rp4,25 Triliun
Lautan Manusia Warnai Kepri Bersholawat 3, Malam Cinta Rasul Cinta Negeri Penuh Kekhusyukan
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:36 WIB

BP Batam Perkuat Pembinaan Talenta Muda Lewat Batam Prime International Grassroot Football sebagai Festival 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Amsakar Beberkan Strategi Batam Percepat Pembangunan di Hadapan DPRD Dumai

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:24 WIB

RSBP Batam dan BPOM Tingkatkan Koordinasi Pendistribusian Obat: Keselamatan Pasien Jadi Prioritas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:28 WIB

BP Batam Dukung Penertiban Pemanfaatan Ruang Laut Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:13 WIB

311 Pejabat Dilantik, Amsakar Siapkan Birokrasi Batam yang Cepat, Profesional, dan Responsif

Berita Terbaru