Fenomena Langka di Anambas, 25 Titik Rafflesia Ditemukan Mekar di Satu Kawasan Hutan

- Publisher

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunga Rafflesia di Anambas. Foto: Yogi Eka Sahputra/Mongabay Indonesia

Bunga Rafflesia di Anambas. Foto: Yogi Eka Sahputra/Mongabay Indonesia

INIKEPRI.COM – Kemunculan bunga Rafflesia dalam jumlah besar di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, menarik perhatian para peneliti dan pemerhati lingkungan. Di kawasan hutan seluas sekitar 47,5 hektare di Desa Tarempa Selatan, ditemukan sedikitnya 25 titik bunga Rafflesia yang bermekaran secara bergantian.

Temuan tersebut menjadi catatan penting karena sebelumnya belum pernah tercatat adanya habitat Rafflesia di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Riau, Faizal Rangkuti, mengatakan hasil identifikasi sementara menunjukkan terdapat sekitar 25 spot Rafflesia yang tersebar di kawasan perbukitan dengan vegetasi hutan alami yang masih terjaga.

BACA JUGA:  Kasus Aktif COVID-19 di Anambas Tinggal 14 Orang

“Ini merupakan populasi baru atau unique population karena sebelumnya belum pernah ada catatan keberadaan habitat Rafflesia di Anambas maupun Kepulauan Riau,” ujarnya.

Menurut Faizal, pemerintah desa bersama petugas kehutanan secara rutin melakukan patroli untuk menjaga kawasan tersebut dari berbagai potensi gangguan. Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan verifikasi guna mendorong penetapan kawasan tersebut sebagai wilayah perhutanan sosial.

Rafflesia dikenal sebagai bunga dengan karakteristik pertumbuhan yang unik. Tanaman ini hidup sebagai parasit pada tumbuhan inang tertentu dan membutuhkan waktu cukup lama untuk berkembang hingga akhirnya mekar.

BACA JUGA:  Tonggak Baru Pelayanan Kesehatan di Anambas: RSUD Tarempa Resmi Menyandang Status Tipe C

Saat mekar, bunga berwarna oranye kemerahan dengan corak kuning tersebut mengeluarkan aroma menyengat yang menyerupai bau amonia atau daging membusuk. Aroma itu berfungsi menarik serangga penyerbuk. Setelah mekar sempurna, bunga hanya mampu bertahan sekitar empat hingga lima hari sebelum layu dan membusuk secara alami.

Hingga saat ini, para peneliti belum dapat memastikan penyebab munculnya populasi Rafflesia dalam jumlah besar di kawasan tersebut. Secara ilmiah, belum ada penelitian khusus yang mengungkap faktor-faktor yang memicu kemunculan puluhan bunga langka itu secara bersamaan.

BACA JUGA:  Tok, Tiga Paslon Berlaga di Pilkada Anambas

Selain menjadi objek penelitian, kawasan habitat Rafflesia di Anambas kini mulai menarik minat wisatawan yang ingin melihat langsung keunikan bunga terbesar di dunia tersebut. Lokasi itu berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis konservasi dan lingkungan.

Kemunculan Rafflesia dalam jumlah besar juga menjadi indikator bahwa kondisi ekosistem hutan di Anambas masih relatif baik dan mampu mendukung kehidupan berbagai spesies langka.

Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa wilayah kepulauan kecil seperti Anambas menyimpan kekayaan hayati yang bernilai tinggi dan penting untuk terus dijaga keberlangsungannya melalui upaya konservasi yang berkelanjutan.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Sumber Berita: mongabay.id

Berita Terkait

Ansar Paparkan Deretan Proyek 2026 untuk Anambas, Infrastruktur hingga Perlindungan Nelayan Dilanjutkan
Call Center 110 Polri Jadi Andalan Pemudik di Anambas, Respon Cepat Tanpa Biaya
Nelayan di Anambas Ditangkap Jual Sabu, Barang Asal Temuan Pantai
Kuasa Hukum Tegaskan Tiga Dump Truck PT TBI Lengkap Dokumen
Agar Khutbah Sah: Ini Syarat dan Rukun yang Harus Dipenuhi Khatib
Gubernur Ansar: “Letung Simpul Penting Pelayaran, Sedanau Pusat Perikanan dan Perdagangan”
Kekurangan Guru, Kepala KUA Jemaja Turut Serta Mengajar di MTsS Al-Ma’arif
Li Claudia Gowes Bersama Masyarakat Batam, Ajak Hidup Sehat dan Cinta Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:43 WIB

Fenomena Langka di Anambas, 25 Titik Rafflesia Ditemukan Mekar di Satu Kawasan Hutan

Selasa, 14 April 2026 - 06:12 WIB

Ansar Paparkan Deretan Proyek 2026 untuk Anambas, Infrastruktur hingga Perlindungan Nelayan Dilanjutkan

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:00 WIB

Call Center 110 Polri Jadi Andalan Pemudik di Anambas, Respon Cepat Tanpa Biaya

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:39 WIB

Nelayan di Anambas Ditangkap Jual Sabu, Barang Asal Temuan Pantai

Senin, 26 Januari 2026 - 13:57 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Tiga Dump Truck PT TBI Lengkap Dokumen

Berita Terbaru