Imam Masjid di Pekanbaru Sudah 2 Kali Diserang, Polisi Diminta Tak Percayai Pelaku Gila

- Publisher

Minggu, 9 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Penganiayaan yang dialami imam masjid di Kota Pekanbaru, Riau, ternyata sudah dua kali terjadi. Atas dua kejadian tersebut, Dewan Mustasyar Dewan Masjid Indonesia (DMI) meminta polisi tidak mudah percaya jika keluarga mengatakan pelaku gila atau mengalami gangguan kejiwaan.

Diketahui, Ashari Hasibuan dianiaya saat menjadi imam saat salat Subuh di Masjid Baitul Arsy, Jalan Delima Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (7/5/2021) kemarin. Pelaku bernama Deni Iriawan sudah diserahkan ke pihak kepolisian oleh jemaah. Namun, pihak keluarga mengatakan Deni mengalami gangguan kejiwaan.

BACA JUGA:  Sodomi 25 Santrinya, Ustaz AH: 'Nanti Buah Zakarmu Bisa Besar, Istrimu Senang'

Peristiwa penyerangan terhadap imam masjid beberapa waktu lalu juga pernah terjadi. Pada 23 Juli 2020 imam Masjid Al Falah Jalan Sumatera juga diserang. Bahkan pelaku lebih sadis yakni dengan menggunakan senjata tajam.

Korbannya Ustadz Yazid Umar Nasution (36). Saat sedang memimpin salat, pelaku yakni IM menyerang imam besar Masjid Al Falah itu dengan pisau. Namun, saat itu Ustaz Yazid Umar Nasution selamat karena pisau yang dipakai untuk menikam Yazid bengkok.

Atas kejadian tersebut, imam masjid hanya mengalami luka ringan. Saat itu, pihak keluarga IM juga mengatakan kalau pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

BACA JUGA:  Bejat! 3 Pria Perkosa Gadis Disabilitas, Rekam Lalu Minta Tebusan Rp5 juta ke Ortu Korban

“Kami minta polisi juga jangan percaya saja dengan pandangan kasat mata atau pengakuan dan opini yang menyebutkan pelaku ini gila,” kata Sekretaris Dewan Mustasyar DMI Kota Pekanbaru, Abu Kasim, Sabtu (8/5/2021).

Dia mengaku sangat menyayangkan peristiwa yang dialami imam masjid yang dianiaya oleh orang yang kurang waras tersebut. Apalagi ada informasi yang menyebutkan pelaku merasa terganggu karena bacaan imam saat salat.

“Kalau gila harus dites kejiwaannya melalui rumah sakit. Jika memang ada gangguan jiwa, maka harus dirawat di rumah sakit jiwa,” ucap Abu Kasim.

BACA JUGA:  Bea Cukai-Polri Bongkar Modus Penyelundupan Narkotika Disamarkan Jadi Keramik Lantai

Hal ini perlu dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang. Jangan sampai ada lagi tokoh agama yang diserang lagi dengan berbagai alasan.

“Jika perlu sampai kejiwaan pelaku bisa sembuh secara total dan mereka harus dirawat dan ditangani oleh dokter. Jangan sampai kondisi ini malah dijadikan pembenaran bahwa orang tak waras bisa melakukan penganiayaan tanpa ada sanksinya,” kata Kasim. (ER/INEWS)

Berita Terkait

Pelantikan PKDP–GEMPAR Batam, Amsakar Ajak Perantau Bangun Kota Bersama
Cen Sui Lan Tinjau Gedung SPPG Seluan, Dorong Segera Dioperasikan
BMKG: Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Empat Jam Perjalanan, Cen Sui Lan Tiba di Seluan Bawa Bantuan dan Harapan Baru
Tegaskan Marwah Melayu! Panglima Sulung Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Riau: Jangan Pernah Hina Tokoh dan Adat Kami
BP Batam Kedepankan Pendekatan Komprehensif Selesaikan Persoalan Perpanjangan UWT di Puskopkar
Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless
Cen Sui Lan Dorong Lahirnya Atlet Hebat, Turnamen Badminton Pelajar Natuna Digelar Meriah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:24 WIB

Pelantikan PKDP–GEMPAR Batam, Amsakar Ajak Perantau Bangun Kota Bersama

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:15 WIB

Cen Sui Lan Tinjau Gedung SPPG Seluan, Dorong Segera Dioperasikan

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:00 WIB

BMKG: Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:30 WIB

Empat Jam Perjalanan, Cen Sui Lan Tiba di Seluan Bawa Bantuan dan Harapan Baru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:36 WIB

Tegaskan Marwah Melayu! Panglima Sulung Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Riau: Jangan Pernah Hina Tokoh dan Adat Kami

Berita Terbaru