Mengetahui keadaan ibu C yang dianggap ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) oleh warga, tentu menjadi perhatian khusus. Apalagi kabar terkait dihamili oleh anggota keluarga sendiri. Hal itu segera dilaporkan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti.
“Untuk upaya pelaporan sudah pak, ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ada pendataan di sini ya, dari ibu Wati. Tapi belum ada tindakan,” ujar Kepala Kelurahan.
Terbilang cukup lama hingga akhirnya ada penanganan untuk membantu C. Apalagi kondisinya yang tidak bisa mencari nafkah, tentu memengaruhi tumbuh dan kembang ketiga anaknya kelak. Pemerintah juga menggandeng sejumlah media dan yayasan.
“Yang disampaikan mungkin, kami perwakilan dari pemerintah desa, kebetulan di sini ada bapak Kesra, pak Kadus dan LK. Meskipun ini belum dievakuasi tapi setidaknya ini sudah ada gambaran, ada pemecahan masalah atau solusi,” imbuhnya.
Ayah dan Adik Kandungnya Diusir

















