Zuckerberg Beli Kapal $300 Juta, Publik Geram Soal Kemewahan & Dampak Lingkungan

- Publisher

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Megayacth Mark Zuckerberg. Foto: Istimewa

Megayacth Mark Zuckerberg. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, kembali menjadi bahan pembicaraan hangat setelah diketahui membeli sebuah megayacht dengan nilai fantastis, yakni sekitar $300 juta (sekitar Rp4,8 triliun).

Kapal supermewah tersebut dilengkapi beragam fasilitas kelas atas, mulai dari dua helipad, kolam renang pribadi, bioskop, pusat kebugaran, spa, hingga akomodasi yang mampu menampung lebih dari 24 tamu serta hampir 50 kru.

Menurut akun Waldman Media (@waldmanmedia) di TikTok, kapal tersebut kini masuk dalam jajaran megayacht terbesar dunia.

“Kapal pesiar pendukung bepergian bersamanya, yang merupakan kapal pendukung setinggi 220 kaki, senilai $30 juta. Ini membawa perahu bangun, Porsche, dan kapal selam,” sebut Waldman dalam unggahan TikTok yang dikutip dari Yahoo, Minggu (28/9/2025).

BACA JUGA:  Video Pasangan Gancet, Tokoh Agama Sampai Turun Tangan

Tak berhenti di situ, Zuckerberg juga dilaporkan menambah armadanya dengan kapal pendukung lain sepanjang 262 kaki. Dengan tiga kapal mewah yang dimilikinya, miliarder ini menuai kritik tajam dari publik, terutama soal kesenjangan sosial dan isu lingkungan.

Dampak Lingkungan & Kritik Ketimpangan

Laporan Oxfam menyoroti bahwa sebuah megayacht rata-rata menghasilkan jejak karbon hingga 5.672 ton per tahun. Jumlah ini setara dengan polusi yang hanya bisa dicapai oleh orang biasa dalam kurun waktu 860 tahun.

Dalam laporannya, Oxfam juga menekankan bahwa 10 orang terkaya dunia menyumbang setengah emisi global, sementara 99% populasi terbawah butuh 1.500 tahun untuk menghasilkan polusi yang sama. Karena itu, organisasi ini mendorong adanya pajak lebih tinggi bagi pemilik kapal supermewah guna menekan dampak terhadap iklim dan ekosistem.

BACA JUGA:  Facebook Bakal Peringatkan Pengguna Sebelum Bagikan Artikel Terkait Covid-19!

Sejumlah akademisi juga ikut bersuara. Gregory Salle, profesor dari Universitas Lille, Prancis, menjelaskan bahwa kehadiran superyacht tidak hanya menambah polusi karbon, tetapi juga mengganggu lingkungan sekitar.

“Superyacht berdampak pada kualitas air, polusi suara, cahaya, dan lokasi berlabuh. Dampak ini membuat kehidupan laut dan ekosistem lokal terancam,” tegas Gregory Salle.

Reaksi Publik

Di media sosial, banyak komentar pedas yang muncul terkait gaya hidup Zuckerberg.

Seorang pengguna TikTok menuliskan: “Berapa banyak yang dibutuhkan satu pria?!”

Sementara komentar lain menyindir bahwa biaya operasional kapal sehari-hari saja sudah cukup untuk membantu ribuan orang.

BACA JUGA:  AKBP Aris Rusdianto Jadi Rebutan 3 Wanita, Semua Ngaku Istri Sah

“Saya mengerti Anda kaya dan bisa memiliki segalanya, tetapi cukup menyedihkan melihat biaya harian kapal ini bisa memberi makan atau menampung ribuan orang. Kesenjangan ini harus diakhiri, itu akan menyelesaikan begitu banyak masalah,” tulis seorang warganet.

Simbol Kesenjangan Global

Kehadiran megayacht Zuckerberg dinilai semakin menegaskan jurang ketimpangan sosial-ekonomi dunia. Bagi sebagian pihak, kapal tersebut bukan sekadar simbol kekayaan, melainkan juga representasi nyata dari konsentrasi sumber daya di tangan segelintir orang.

Tekanan publik kini menguat agar para miliarder dunia dibatasi melalui pajak kekayaan serta regulasi lingkungan yang lebih ketat.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Heboh di Batam, Beras Harumas Dikeluhkan Konsumen: Diduga Turun Mutu, Nasi Lembek hingga Cepat Basi
Out of The Box! Open Trip ke SP Plaza Batu Aji Ramai Peminat, Ada yang Ingatkan Wajib Bawa Paspor
Rezeki Tak Terduga: Lansia di Penang – Malaysia Menang Lotre Rp170 M
Terjadi Lagi! Supir Truk Ugal-ugalan di Batam, Ditegur Malah Memepet Mobil dan Turun Bak ‘Bang Jago’
Terungkap, Aktivitas Terakhir Selebgram Lula Lahfah Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia
Niat Bantu Berujung Petaka, Selebgram Batam Rugi Rp100 Juta Ditipu Modus Servis HP
Keluarga Lula Lahfah Ajukan Permohonan Tidak Dilakukan Otopsi, Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Kasus Dugaan Penipuan Kripto, Timothy Ronald dan Kalimasada Juga Dilaporkan di Jawa Timur

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 17:30 WIB

Heboh di Batam, Beras Harumas Dikeluhkan Konsumen: Diduga Turun Mutu, Nasi Lembek hingga Cepat Basi

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:25 WIB

Out of The Box! Open Trip ke SP Plaza Batu Aji Ramai Peminat, Ada yang Ingatkan Wajib Bawa Paspor

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:10 WIB

Rezeki Tak Terduga: Lansia di Penang – Malaysia Menang Lotre Rp170 M

Senin, 2 Februari 2026 - 09:14 WIB

Terjadi Lagi! Supir Truk Ugal-ugalan di Batam, Ditegur Malah Memepet Mobil dan Turun Bak ‘Bang Jago’

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:36 WIB

Terungkap, Aktivitas Terakhir Selebgram Lula Lahfah Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru