TKA di KEK Galang Batang Berangsur-angsur Pulang ke China

- Publisher

Minggu, 23 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO)

(ANTARA FOTO)

INIKEPRI.COM – Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang berangsur-angsur kembali ke negaranya, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indra Hidayat.

“Jumlah TKA asal China yang sudah kembali ke negaranya berjumlah 842 orang,” ujarnya, dilansir dari ANTARA, Jumat (21/5/2021) kemarin.

Indra menjelaskan jumlah tenaga kerja asal China yang masih bekerja di-KEK, yang dikelola PT Bintan Alumina Indonesia saat ini sebanyak 1.246 orang. TKA tersebut akan dipulangkan ke China setelah selesai bekerja di perusahaan tersebut.

BACA JUGA:  PORPROV Kepri V, Batam Juara Umum di Cabor Panjat Tebing

“Mereka bekerja berdasarkan kontrak kerja, dalam waktu terbatas, dan sesuai ijin yang diberikan pemerintah. Mereka akan kembali ke China setelah menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.

Pembangunan PLTU dan smelter (pabrik pengelolaan bahan tambang) sudah selesai dikerjakan. TKA yang merupakan tenaga ahli dipastikan kembali ke negaranya, kecuali PT BAI meningkatkan kapasitas smelter sehingga membutuhkan daya listrik yang tinggi.

“PT BAI ada rencana meningkatkan kapasitas smelter sehingga akan membangun PLTU dengan kapasitas yang besar. Tentu dalam proses pembangunan PLTU itu membutuhkan tenaga ahli,” ucapnya.

BACA JUGA:  Ratusan Anak Usia Dini Antusias Ikuti Gebyar PAUD Kabupaten Bintan Tahun 2023

Sebelumnya, Direktur Utama PT BAI, Santoni mengatakan perusahaan yang dipimpinnya menargetkan ekspor perdana alumina ke Malaysia pada pertengahan tahun 2021.

“Kami mulai ekspor alumina pada Juni atau Juli 2021. Ekspor perdana ke Malaysia,” kata Santoni.

Ia mengatakan PT BAI mulai membeli batu bauksit untuk diolah menjadi alumina pada Maret 2021. Perusahaan itu tidak hanya melirik bauksit lokal seperti dari Pulau Bintan, Lingga dan Karimun, melainkan juga wilayah lainnya.

BACA JUGA:  KPU Bintan Gelar Simulasi Pilkada 2020

“Tahun ini, PT BAI menargetkan 1 juta ton untuk dikelola menjadi alumina,” katanya.

Perusahaan dengan realisasi investasi lebih dari Rp13 triliun di-KEK Galang Batang, Bintan itu belum melakukan ekspor ke perusahaan penerbangan Amerika Serikat karena produksi tahap awal dari pabrik pengelolaan hasil tambang (smelter) baru memproduksi alumina. Sementara kebutuhan perusahaan penerbangan Amerika Serikat adalah alumunium.

“Untuk memproduksi alumunium, perusahaan harus meningkatkan kapasitas pabrik dan mesin ke tahap ketiga. Sekarang perusahaan kami baru masuk tahap pertama,” katanya. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir
KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan
Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan
Job Fair Bintan 2026 Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan
Tragis! Pria 33 Tahun di Bintan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ada Dugaan Masalah Utang
AMSI Kepri dan Kantor Bahasa Kepri Siap Bersinergi Perkuat Literasi di Era Digital
Job Fair Bintan 2026 Dibuka 12 Juni, Tersedia 1.309 Lowongan dari 11 Perusahaan
Pemkab Bintan Buka Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Siapkan Dana Rp200 Juta per Tahun

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:07 WIB

Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:35 WIB

KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:05 WIB

Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:55 WIB

Job Fair Bintan 2026 Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:00 WIB

Tragis! Pria 33 Tahun di Bintan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ada Dugaan Masalah Utang

Berita Terbaru