Sabtu, 12 Juni 2021
10 Jun 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Tim Penerangan Umum Biro (Penum Ro) Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Aninditha lantai 2, Kantor Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Barelang, Kamis (10/6/2021).

Kali ini tim Divisi Humas Mabes Polri membahas tentang pencegahan dan penanggulangan paham radikalisme dan terorisme yang mengangkat tema yakni “Bersama Perangi Radikalisme dan Terorisme”, dengan narasumber ialah Ustaz Muhammad Makmun.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian (Kabag) Penum Ro Penmas Div Humas Polri Kombes Pol Dr Ahmad Ramadhan beserta rombongan, Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) Kombes Pol Harry Goldenhardt S, Kepala (Ka) Detasemen Khusus (Densus) 88 Polda Kepri, dan Eks Narapidana Teroris (Napiter) Kitabah Gigih Rahmat (KGR) Hari Abi Soko.

Kemudian turut menghadiri sebanyak 20 peserta yang terdiri dari perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Tokoh Agama Konguchu dan Tokoh Muhammadiyah Kota Batam serta tamu undangan lainnya.

Kabag Penum Ro Penmas Div Humas Polri, Kombes Pol Dr Ahmad Ramadhan, mengatakan, radikalisme dan intoleransi adalah bibit-bibit munculnya dari jaringan terorisme. Sedangkan deradikalisme adalah memberikan pemahaman wawasan kebangsaan kembali kepada yang orang-orang telah melakukan aksi teror yaitu para atau eks napiter.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu yang telah hadir pada kegiatan pagi ini. Kami dari Divisi Humas Mabes Polri mempunyai program pencegahan kontra radikal yang dilaksanakan di 24 Polda yang ada di Indonesia,” kata Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

Kegiatan ini, kata Ahmad, adalah kontra radikal yang merupakan upaya Polri bersama stakeholder untuk melakukan nilai-nilai dan pemahaman wawasan kebangsaan kepada masyarakat, untuk menangkal kegiatan radikal.

“Program dengan tema teroris adalah musuh kita bersama. Radikalisme saat ini sudah merambah kepada kelompok milenial, seperti kejadian teroris di makassar dilakukan sepasang suami istri yang berumur 20 tahun dan juga kejadian penyerangan bunuh diri di Mabes Polri. Kegiatan ini diyakini oleh mereka sebagai fisabilillah yg di anggap sebagai jihad oleh paham yang diyakini Pok Radikal,” ujarnya.

Sementara ditambahkan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk memerangi terorisme dan mencegah paham radikalisme yang masuk ke wilayah Indonesia, terutama di Kota Batam. Mengingat Kota Batam yang berbatasan langsung dengan negara tetangga sangat berpotensi sebagai pintu masuk atau keluar dari jaringan-jaringan terorisme.

“Polda Kepri dan jajaran Polresta Barelang melalui tim Intelijen bekerja sama dengan instansi terkait, selalu berupaya untuk melakukan deteksi dini terhadap kelompok-kelompok tertentu yang terindikasi berafliasi dengan jaringan terorisme,” kata Kombes Pol Harry.

Dijelaskan Harry bahwa, pentingnya peranan dan kerja sama dari tokoh-tokoh agama seluruh elemen masyarakat Kota Batam untuk memerangi terorisme.

“Terorisme adalah musuh kita bersama, sehingga adanya perlu peran dari tokoh Kerukunan Umat Beragama dan seluruh elemen masyarakat Kota Batam,” ujar Kabid Humas Polda Kepri.

Dalam kesempatan tersebut, melalui kegiatan fokus diskusi ini, lanjut Harry, pihaknya (Polda Kepri dan jajaran) mengimbau kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama kepada generasi muda yang sangat rentan agar tidak terpapar oleh jaringan-jaringan terorisme.

Kedatangan tim Divisi Humas Polri ke Mapolresta Barelang, masih kata Harry, adalah dalam rangka melihat secara langsung kegiatan kontra radikal, mengingat ada dua kelompok jaringan teroris di Indonesia. Pertama jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jemaah Islamyah.

Selanjutnya, Kelompok atau jaringan teroris jamaah islamyah terafeliasi dengan kelompok teroris Alkaidah, sedangkan kelompok teroris jamaah JAD terafiliasi dengan ISIS.

Adapun lanjutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan ketahanan terhadap paham-paham radikal yang merupakan bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia. Pemahaman radikal tersebut bisa tumbuh dan berkembang.

“Mari bersama-sama kita lawan radikalisme dan terorisme. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa senantiasa selalu memberikan perlindungan kepada masyarakat bangsa dan negara,” tutupnya. (IS)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x