Jumat, 30 Juli 2021
Ikuti Kami di :
20 Jun 2021
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

INIKEPRI.COM – Baru-baru ini, muncul gerakan yang mengatasnamakan gerakan Jokowi-Prabowo atau yang disingkat Jokpro. Mereka membentuk Sekretariat Nasional untuk mendukung Jokowi-Prabowo dalam Pilpres 2024.

Terkait hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin menilai bahwa munculnya Jokpro itu adalah gerakan lucu yang membahayakan demokrasi.

Pasalnya, menurut konstitusi negara, seorang presiden hanya boleh menjabat maksimal selama dua periode. Maka, ia menyebut Jokpro adalah gerakan yang memaksakan agar Jokowi menjabat tiga periode.

“Gerakan lucu yang berbahaya bagi demokrasi. Karena ingin memaksakan Jokowi 3 periode. Bisa saja gerakan tersebut sengaja dibuat tuk kelabui rakyat,” ucap Ujang disitat dari Indozone, Sabtu (19/6/2021).

“Karena rakyat sudah banyak dibodohi dengan akrobat-akrobat politik yang aneh-aneh. Bisa juga ingin menjerumuskan Jokowi. Karena katanya Jokowi tak ingin 3 periode,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ujang juga mengatakan kalau Jokpro merupakan gerakan yang diatur sedemikian rupa guna melanggengkan kekuasaan. Menurutnya, hal itu akan berimbas pada kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan Jokowi.

“Gerakan biasa saja agar mereka tetap terus bisa berkuasa. Ini akan berhadapkan dengan gerakan rakyat yang sesungguhnya,” tandas Ujang. (RWH/INDOZONE)

0 0 votes
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Populer

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x