Corona Meningkat, Pemko Batam Kembali Larang Tempat Kuliner Layani Makan di Tempat

- Publisher

Kamis, 1 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, melarang pelaku usaha kuliner melayani pembelian makan di tempat, demi menghindari penularan COVID-19 yang kini kembali meningkat di daerah setempat.

“Kuliner tidak boleh makan lagi di tempat. Semua beli bawa pulang,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, dilansir dari ANTARA, Rabu 30 Juni 2021.

Usaha kuliner diperbolehkan tetap beroperasi, namun hanya untuk melayani bungkus dan pesan antar.

Pemko Batam juga memperketat disiplin protokol kesehatan di tempat umum. Selain tempat kuliner, pihaknya juga akan memperketat disiplin protokol kesehatan di pasar, rumah ibadah dan tempat publik lainnya.

BACA JUGA:  Li Claudia Chandra Minta Pelaku Usaha di Batam Lengkapi Perizinan Sebelum Memulai Aktivitas Bisnis

“Semua aktivitas kami perketat mulai hari ini,” kata Wali Kota.

Waktu operasional tempat publik, kecuali rumah ibadah hanya diperbolehkan hingga pukul 20.00 WIB.

Ia menegaskan semuanya harus menjaga jarak, tidak boleh ada keramaian di tempat umum dan lainnya.

Dalam penegakan disiplin, kata dia, akan langsung ditindak di tempat. Pemko Batam tidak memberlakukan denda sebagai sanksi.

BACA JUGA:  Warga Batam Wajib Tahu! Sekarang Bisa Berobat Gratis Cukup Tunjuk KTP, Simak Syaratnya

Masih pada kesempatan yang sama, ia mengatakan vaksinasi tetap dilaksanakan.

Pada hari ini, ia menargetkan penambahan vaksinasi terhadap 10.000 orang warga agar target 50 persen sasaran mendapatkan imunisasi pada akhir Juni 2021.

Sementara itu, berdasarkan data Satuan Tugas, pada Selasa (29/6) terdapat tambahan 299 orang warga terkonfirmasi COVID-19, dan 125 orang sembuh.

Dengan begitu, total warga positif COVID-19 sebanyak 13.407 orang, 11.227 di antaranya dinyatakan sembuh, 294 orang meninggal, dan 1.886 orang masih dirawat.

BACA JUGA:  KKP Batam Tingkatkan Kewaspadaan Masuknya Virus Flu Burung

Dari 1.886 orang yang masih aktif COVID-19, 957 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, 443 orang isolasi di asrama haji, lima orang di Bapelkes, dan lainnya di sejumlah rumah sakit di Kota Batam.

Data BOR menunjukkan tingkat keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit mencapai 87,88 persen dan untuk ICU sebesar 73,68 persen. (RWH)

Berita Terkait

Kimia Farma Temui Keluarga Pasien Terkait Viral Pelayanan Klinik di Batam, Investigasi Internal Dilakukan
BP Batam Kawal Investasi Rp88 Triliun Pusat Data AI, Li Claudia Sebut Batam Siap Jadi Hub Digital Dunia
Ulang Tahun ke-54 Li Claudia Chandra, Ulik Mulyawan: Semoga Langkah Pengabdian Selalu Dimudahkan
Li Claudia Chandra Genap 54 Tahun, Ketua DPRD Kota Batam Titip Doa dan Harapan Besar untuk Batam
Modus Baru Program MBG Terbongkar, Dua Titik Dapur SPPG Dijual Rp200 Juta di Batam
Buka Bimtek Pajak Daerah, Sekda Firmansyah Sampaikan Pesan Penting Li Claudia soal Pelayanan Publik
Gerak Cepat, BP Batam Perbaiki Jalan Rusak untuk Kenyamanan Masyarakat
BP Batam Tanamkan Nilai Profesionalisme dan Integritas kepada Pegawai
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:16 WIB

Kimia Farma Temui Keluarga Pasien Terkait Viral Pelayanan Klinik di Batam, Investigasi Internal Dilakukan

Senin, 25 Mei 2026 - 13:04 WIB

BP Batam Kawal Investasi Rp88 Triliun Pusat Data AI, Li Claudia Sebut Batam Siap Jadi Hub Digital Dunia

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:30 WIB

Li Claudia Chandra Genap 54 Tahun, Ketua DPRD Kota Batam Titip Doa dan Harapan Besar untuk Batam

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:41 WIB

Modus Baru Program MBG Terbongkar, Dua Titik Dapur SPPG Dijual Rp200 Juta di Batam

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:13 WIB

Buka Bimtek Pajak Daerah, Sekda Firmansyah Sampaikan Pesan Penting Li Claudia soal Pelayanan Publik

Berita Terbaru