INIKEPRI.COM – Tawa kecil sesekali memecah keheningan di sebuah ruangan sederhana di Rumah Singgah Ar Rahman Rusli dan Firza Paloh, Rabu (8/7/2026). Di tempat itu, puluhan anak berkebutuhan khusus menjalani terapi dengan penuh kesabaran. Di balik setiap langkah kecil yang mereka capai, ada perjuangan panjang para orang tua yang tak pernah lelah mendampingi.
Di tengah suasana hangat tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, hadir bukan sekadar membawa bantuan. Ia datang membawa perhatian, menyapa satu per satu anak-anak, berbincang dengan para orang tua, dan menyampaikan pesan yang sederhana namun menguatkan: bahwa mereka tidak berjalan sendiri.
Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026, yang tahun ini diwarnai dengan aksi nyata kepedulian kepada kelompok rentan, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.
Sesekali Erlita terlihat berjongkok agar sejajar dengan anak-anak yang ditemuinya. Senyum tulus dan sapaan hangat mengalir tanpa sekat, menghadirkan suasana kekeluargaan yang membuat para orang tua merasa dihargai dan diperhatikan.

Baginya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh kasih sayang dari lingkungan sekitarnya. Karena itu, dukungan kepada keluarga yang mendampingi mereka juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat. Kepada para orang tua, tetap sabar, ikhlas, dan terus memberikan kasih sayang serta pendampingan terbaik bagi anak-anak kita,” ujar Erlita.
Ia meyakini bahwa kepedulian sosial tidak cukup diwujudkan dalam bentuk kata-kata, tetapi harus hadir melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat. Menurutnya, perhatian kepada anak berkebutuhan khusus merupakan bagian dari komitmen TP-PKK Kota Batam untuk terus menumbuhkan budaya saling peduli.

Semangat itu bukan kali pertama diwujudkan. Sebelumnya, TP-PKK Kota Batam juga menyalurkan 30 unit kursi roda kepada penyandang disabilitas melalui kolaborasi bersama Baznas Kota Batam dan Dinas Sosial Kota Batam. Bagi Erlita, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program-program sosial.
“Kerja sama seperti ini akan terus kami tingkatkan agar lebih banyak masyarakat yang terbantu sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Di sudut lain ruangan, rasa syukur juga terpancar dari wajah Pietra Paloh, pendiri Rumah Singgah Ar Rahman Rusli dan Firza Paloh. Selama bertahun-tahun, rumah singgah tersebut menjadi tempat bagi anak-anak berkebutuhan khusus menjalani terapi sekaligus ruang berbagi bagi para orang tua yang menghadapi tantangan serupa.
Menurut Pietra, perhatian dari berbagai pihak menjadi energi baru bagi para relawan dan keluarga yang setiap pekan mendampingi proses terapi anak-anak.
“Terima kasih Ibu Erlita dan TP-PKK Kota Batam yang telah berkunjung serta memberikan bantuan. Setiap minggu kami mendampingi anak-anak menjalani terapi di rumah singgah ini. Kepedulian seperti ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendampingi mereka,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak elemen masyarakat ikut mengambil bagian dalam membangun lingkungan yang ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sebab, sekecil apa pun bantuan yang diberikan, dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang berjuang.
“Siapa pun yang memiliki kemampuan, mari bersama-sama membantu. Jangan sampai rasa empati kepada sesama hilang,” tuturnya.

Di rumah singgah itu, bantuan yang diserahkan mungkin memiliki nilai materi. Namun, yang jauh lebih berarti adalah pesan bahwa masih banyak tangan yang siap menggenggam, masih banyak hati yang peduli, dan masih ada harapan yang terus tumbuh bersama langkah-langkah kecil anak-anak istimewa yang setiap hari mengajarkan arti ketulusan, kesabaran, dan cinta tanpa syarat.
Penulis : IZ

















