Senin, 2 Agustus 2021
15 Jul 2021
(FOTO/IST)
(FOTO/IST)

INIKEPRI.COM – Lima orang pemalsu sertifikat vaksin COVID-19 di Kota Batam ditangkap personil Polresta Barelang.

“Yang bersangkutan adalah relawan validator yang memang direkrut Dinas Kesehatan,” kata Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Juwita Oktaviani pada konferensi pers di Mapolresta Barelang, Kamis (15/7/2021).

Para relawan itu menawarkan jasa pembuatan sertifikat vaksin, tanpa harus menjalani vaksinasi COVID-19, dengan menerapkan biaya imbalan sebesar Rp250.000 hingga Rp300.000 untuk setiap orang.

Kelima orang tersangka itu, lanjut Juwita, memang bekerja sebagai relawan yang bertugas memasukkan data saat vaksinasi massal di GOR Temenggung Abdul Djamal dan Puskesmas Botania.

Namun, tersangka yang kebanyakan adalah mahasiswa itu menyalahgunakan tanggung jawabnya, dan menerbitkan sertifikat untuk warga yang belum menjalani vaksinasi.

“Karena sistemnya itu adalah ‘online’. Jadi kalau NIK maupun nama sama nomor telepon masuk ke dalam aplikasi ‘V-Care’ itu pasti otomatis akan dapat sertifikat vaksin,” ucap dia.

Hingga saat ini, kelima tersangka telah menerbitkan 50 lembar sertifikat vaksin.

Saat ditanya apakah warga yang memesan sertifikat vaksin diberi sanksi, ia mengatakan akan dikembangkan untuk mengetahui, apakah dokumen itu sudah dipergunakan atau belum.

Para tersangka dijerat pasal 263 KUHP ayat (1) jo pasal 64 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman paling lama enam tahun penjara. (RWH)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Populer

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x