Cek Fakta! [SALAH] Video “Kejadian Tadi Pagi di Riau Ga Boleh Sholat Berjamaah”

- Admin

Rabu, 21 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Tangkapan Layar)

(Tangkapan Layar)

INIKEPRI.COM – Beredar video di media sosial, terutama di WhatsApp Grup mengenai keributan terkait larangan salat berjamaah di hari raya Idul Adha.

Narasi yang beredar adalah sebagai berikut:

Kejadian td pagi di riau ga boleh sholat berjamaah sungguh biadab aparat itu membabi buta entah apa yg sdah merasuk di alam pikir anak2 PKI

Salah satu akun yang menyebarkan video dengan narasi ini adalah akun WhatsApp bernama Aidil Kasmara di Grup WhatsApp “Press Polda Kepri”.

Baca Juga :  Pendaftaran Seleksi PPIH 2025 Dibuka: Inilah Cara Daftar dan Persyaratannya
Salah satu akun WhatsApp yang menyebarkan video (Tangkapan Layar/INIKEPRI.COM)

Penelusuran Fakta

Penelusuran INIKEPRI.COM, video tersebut adalah video aksi unjuk rasa saat puluhan tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) dan aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) di kantor Bupati Kampar, Riau, Senin 16 Juli 2018 silam.

Baca Juga :  Hoaks! Link Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12

Artikel terkait video tersebut juga dibagikan oleh laman OKEZONE, (17/7/2018), dengan judul “Viral Video Kebrutalan Satpol PP Kampar Bubarkan Demo Ibu-Ibu di Kantor Bupati”. KLIK DISINI…!!!

Selain itu, artikel terkait video itu juga dibagikan laman DETIK, (18/7/2018), dengan judul “Viral Video Satpol PP Dorong Brutal Pendemo, Ini Faktanya” KLIK DISINI…!!!

Video yang sama juga diunggah oleh akun YouTube Deen As Salam, pada 16 Juli 2018.

Baca Juga :  Status Resmi WhatsApp Dikabarkan Bisa Curi Rekening Bank, Benarkah?

Kesimpulan

Video yang beredar tersebut bukanlah larangan salat berjamaah, melainkan peristiwa yang terjadi pada tahun 2018.

Kericuhan terjadi pada aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Kampar, dalam rangka protes mengenai pemenuhan hak tenaga Ruang Tunggu Kehamilan (RTK).

Berdasarkan 7 Jenis Mis dan Disinformasi oleh First Draft, termasuk “Konten yang Salah: Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah. (RWH)

Berita Terkait

[Hoaks] Klaim Indonesia Menembakkan Rudal ke Malaysia Ternyata Rekaman Gim
[CEK FAKTA] Klaim Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 50 Persen Tidak Benar
Cek Fakta: Hoaks! Negara Tidak Akan Melunasi Hutang Bank di Bawah Rp5 Juta
Hoaks! Tidak Ada Pendaftaran Program Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan
HOAKS: Kopdes Merah Putih Tidak Menyediakan Layanan Pinjaman Online
Hoaks: Menteri Agama Bagikan Bantuan Dana Hibah Ratusan Juta ke Masyarakat
Mafindo: Hoaks & Deepfake Bisa Perkeruh Demo, Jangan Mudah Terprovokasi
CEKFAKTA: Benarkah Anak Bos Pacific Palace Batam “Bayar” DJ Panda Rp10 Miliar untuk Tamu Yakuza untuk Acara 17 Agustus?
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 07:10 WIB

[Hoaks] Klaim Indonesia Menembakkan Rudal ke Malaysia Ternyata Rekaman Gim

Minggu, 7 Desember 2025 - 15:45 WIB

[CEK FAKTA] Klaim Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 50 Persen Tidak Benar

Rabu, 5 November 2025 - 16:59 WIB

Cek Fakta: Hoaks! Negara Tidak Akan Melunasi Hutang Bank di Bawah Rp5 Juta

Minggu, 2 November 2025 - 06:28 WIB

Hoaks! Tidak Ada Pendaftaran Program Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:15 WIB

HOAKS: Kopdes Merah Putih Tidak Menyediakan Layanan Pinjaman Online

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB