Sebagai menantu yang baik, aku berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan Pak Rizal. Hal itu juga yang selalu ditekankan oleh suamiku.
Suatu malam, hujan turun dengan sangat deras. Suara petir terdengar saling bersahutan.
Aku yang ketakutan akhirnya memutuskan untuk masuk kamar. Aku mencoba mengalihkan pikiran dengan membaca novel.
Namun, tiba-tiba terdengar suara pintu kamarku yang terbuka. Aku sangat kaget saat melihat Pak Rizal sudah berada di depan mataku.
“Ada apa pak?” kataku.
“Maaf bapak nggak ketuk pintu dulu,” kata Pak Rizal.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















