“Memangnya ada apa pak?” tanyaku lagi.
“Kata Dodi, kamu takut sama suara petir. Biar nggak takut, ini bapak buatkan coklat hangat buatmu,” kata Pak Rizal.
“Terima kasih banyak pak. Kebetulan cuacanya dingin banget,” jawabku.
“Kata orang, coklat bisa bikin tenang. Biar kamu nggak takut lagi,” kata Pak Rizal.
Setelah memberikan coklat hangat, Pak Rizal langsung pergi meninggalkan kamarku. Sungguh, aku sangat kaget dengan kejadian barusan.
Namun, aku merasa sangat senang. Sebab, coklat hangat itu menjadi tanda bahwa Pak Rizal menerimaku dengan baik sebagai menantunya. (ER/GENPI)

















