Manchester United Yang Belum Tentu Juara

Menang di pembuka, seri di laga kedua, menang lagi di pertandingan ketiga… Setan Merah belum pasti jadi juara!

INIKEPRI.COM – Minggu 29 Agustus 2021, Manchester United -klub kebanggaan penulis- melanjutkan kembali pertandingan liga Inggris di pekan ketiga musim ini.

Bertandang ke Molineux Stadium, markas Wolverhampton Wanderers, Manchester United, menurunkan dua rekrutan anyarnya dari babak pertama, Jordan Sancho dan Raphael Varane. Wabil khusus, bagi Raphael Varane, yang ditebus dengan mahar lebih dari Rp 864 miliar, ini adalah debutnya bagi Si Setan Merah -julukan Manchester United-.

Mengusung formasi berlian 4-2-3-1, Ole Gunnar Solskjaer, memasang Mason Greenwood sebagai tumpuan di mulut gawang lawan.

Tepat memang pilihan Ole -sapaan pelatih Manchester United- kedua pemain yang penulis sebutkan diatas, memang menjadi pembeda di pertandingan ini. Lewat assist Varane, Greenwood menggetarkan jala Wolves. Ini adalah gol ketiga dari tiga laga di musim ini. Hebat memang bagi pemain yang baru berusia 19 tahun tersebut.

Namun, meski Manchester United menang di laga ini dengan skor tipis 0-1. Permainan Manchester United dibawah asuhan Ole masih belum menjamin dahaga juara akan terbalaskan di musim ini. Catat!

Bahkan, saat babak pertama usai, Roy Keane, mantan kapten Manchester United -kapten pertama yang penulis kenal di klub ini- menyemprot cara bermain Manchester United. “Saya hanya berharap Ronaldo tidak menonton Pertandingan malam ini. Dia akan menarik diri dari kesepakatan,” tulis Roy Keane di akun media sosialnya.

Iya, meski Manchester United sekalipun sukses memulangkan kembali Cristiano Ronaldo ke Teater Impian -julukan Old Trafford, kandang Manchester United-, dengan cara bermain seperti ini, Setan Merah tidak akan berhasil meraih satu trofi-pun di musim ini. Ya, kalau-kalau pun ada yang diraih, sepakbola terkadang juga ditentukan faktor lucky.

Kembali ke skuad Manchester United, lubang di gelandang tengah seharusnya cepat-cepat diisi, sejauh ini Fred yang selalu dimainkan Ole, masih jauh panggang dari api.

Scott McTominay dan Nemanja Matic juga belum pas rasanya, meski sudah tinggal lama di skuad ini.

Tak heran, sebagian fans berharap Ruben Neves, kompatriotnya Cristiano Ronaldo dan Bruno Alves di Timnas Portugal, sesegera mungkin dapat didaratkan ke Old Trafford.

Malahan, sebelum pertandingan dimulai, para fans bercanda di linimasa, sekalian bawa pulang si Ruben Neves dalam lawatan kali ini, terlebih agennya sama dengan Ronaldo.

Ini masalah serius bagi Ole, yang telah melatih Manchester United tercatat sejak 19 Desember 2018. Sepanjang kurun waktu itu, prestasi terbaiknya hanya membawa Manchester United ke final Liga Europa 2020-2021, itu pun kalah. Berbanding terbalik dengan uang yang telah dikeluarkan manajemen. Nyesek dan menyakiti kami, para fans layar kaca, apalagi mereka, pemilik tiket terusan di Inggris nun jauh di sana.

Aneh rasanya, Ole yang mahfum dengan klub ini luar dan dalam, tidak dapat memberikan gelar bergengsi dari kursi pelatih. Seketika, penulis teringat saat Ole secara ajaib mencetak gol di menit 90+2, di Stadion Camp Nou, tahun 1999 silam. Iya kala itu, oleh gol Ole itu, Manchester United meraih sebuah kejayaan di Final paling dramatis saat bersua penguasa liga Jerman, Bayern Munich. Rasa-rasanya itu lah satu-satunya peran krusial Ole di klub ini.

Kembali lagi dengan kedalaman skuad yang ada, rasanya Manchester United dapat berbicara banyak di musim ini, tapi, sekali lagi tapi, dengan gaya bermain Ole seperti ini, harapan itu bisa sirna, meski kompetisi baru berjalan. Ole harus segera berbenah, walau Manchester United menang, bully-an dari fans tetap banyak -menang tapi tetap di-bully, sakit bukan?-.

Di pertandingan selanjutnya, Cristiano Ronaldo kemungkinan besar telah dapat diturunkan. Meski CR7 -julukan Cristiano Ronaldo- pernah menjadi raja di liga ini, bisa saja ia tak seperti dulu lagi. PR besar bagi Ole untuk meramu skuad yang melimpah ini.

Penulis terkadang sempat bertanya dalam hati, apakah Ole tidak pernah meminta saran dan masukan dari Sir Alex Ferguson -pelatih legendaris Manchester United-, bagaimana cara membuat klub ini kembali digdaya? Entahlah, hanya Ole, Ferguson dan Tuhan yang tahu semua itu.

Suka tidak suka, setuju tidak setuju, dengan kembalinya CR7 ke klub yang membesarkan nama ini, kalau masih seperti itu cara bermain Manchester United dibawah asuhan Ole yang miskin akan taktik, penulis rasa Manchester United masih nirgelar pada musim ini.

Menyakitkan memang, tapi bukankah kata Nabi Muhammad SAW, sampaikanlah kebenaran walau itu pahit?.

Teruntuk fans Manchester United di se-antero dunia, bersiaplah kita kembali tunajuara untuk kesekian kalinya secara beruntun musim ini. Sekali lagi, entahlah….!

(Penulis adalah seorang Fans Manchester United)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
3PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!