Meski bila berduaan kami saling membelai, dan sempat mengecup, tetapi kami tetap dapat mengendalikan diri, tidak melakukan hubungan badan.
Hal ini pernah kami diskusikan secara tak sengaja saat kami berdua ditugaskan perusahaan di satu kota di Jawa Barat.
Waktu itu aku sengaja datang kamar hotel tempat ia menginap untuk menanyakan materi bahan laporan yang akan disampaikan ke kantor melalui e-mail.
Tapi, tanpa sadar kami justru terlibat dalam pembicaraan pribadi yang darinya aku mendapat pemahaman mendalam tentang makna cinta sejati (true love), yang bagi Jihan, itulah yang mendasari hubungan kami selama ini.
Kepada Jihan, aku katakan, meski gelora syahwat sudah naik ke ubun-ubun, aku berusaha tak akan melakukan sesuatu yang melanggar norma hukum dan agama. Ini demi kemurnian cintaku padamu.
“Cintaku murni, Jihan, rasa cinta yang tidak pernah kualami sebelumnya. Hanya olehmu aku mengenal apa itu cinta,” kataku seraya menggenggam tangannya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















