Pemko Batam Harap Swasta Bantu Tempat Tidur Karantina COVID-19 PMI

- Publisher

Kamis, 9 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Foto: Istimewa

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Kepulauan Riau, berharap pihak swasta mau turut membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tempat tidur sebagai fasilitas karantina COVID-19 untuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru tiba dari Malaysia dan Singapura.

“Kami akan coba, mana tahu ada rekan pelaku usaha berkontribusi,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dilansir dari ANTARA, Rabu 8 Desember 2021.

Ia menyatakan KJRI Johor Bahru mencatat 7.000 PMI telah mendaftar untuk pulang ke Tanah Air melalui Batam sepanjang Desember 2021. Satgas memperkirakan terdapat rata-rata 200 orang PMI yang datang setiap hari untuk menjalani karantina.

BACA JUGA:  Jadi Korban Penganiayaan, Begini Kondisi Ketua Panwascam Batam Kota Saat Ini

Sementara sesuai aturan protokol kesehatan, maka setiap PMI harus menjalani karantina selama 10 hari. Dengan begitu setidaknya dibutuhkan sekitar 2.000 tempat tidur.

Sedangkan jumlah tempat tidur yang tersedia di tiga rumah susun lokasi karantina COVID-19 bagi PMI saat ini sekitar 1.600 unit.

BACA JUGA:  [VIDEO] Kapal Tongkang Tabrak Rumah Warga di Tanjung Uma

“Terdapat persoalan pada tempat tidur. Karena jumlahnya ditambah dari dua menjadi tiga (per kamar),” kata dia.

Selain berharap bantuan dari pihak swasta, Pemko Batam juga meminta KJRI Johor Bahru mendorong PMI untuk menjalani karantina COVID-19 secara mandiri di hotel-hotel yang memang disiapkan oleh Satgas. Dengan begitu, maka jumlah mereka yang dikarantina di rusun berkurang.

Ia berharap kondisi Batam yang kekurangan tempat tidur menjadi perhatian dari pemerintah, sehingga solusinya bisa ditemukan, antara lain penambahan jumlah tempat tidur atau pembiayaan karantina di hotel.

BACA JUGA:  Rayakan Anniversary ke-4, ARTOTEL Batam Ajak Siswa SMK Pariwisata Adimulia Kenali Dunia Hospitality

“Tapi terus terang, kami optimistis masalah ini selesai. Bagaimana pun tantangan Batam, kami semua rekan-rekan Forkopinda siap,” kata dia.

Wakil Wali Kota menyatakan sejatinya Batam dipilih menjadi pintu masuk PMI karena pemerintah menilai penanganannya relatif sangat baik.

“Ini disampaikan pihak KKP. Makanya Batam dibuka, karena penanganan PMI di Batam berkategori sangat baik,” kata dia. (RS/ANTARA)

Berita Terkait

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi
KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang
Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar
Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026
Cuaca Batam 7 Oktober: Sejumlah Wilayah Diprakirakan Berkabut, Suhu hingga 32 Derajat
TMA Waduk Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Percepat Langkah Teknis Amankan Pasokan Air Warga

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:02 WIB

KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar

Berita Terbaru