Awal 2022, Ekspor Santan Asal Pulau Bintan Naik Tiga Kali Lipat

- Publisher

Minggu, 13 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor santan organik asal Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), naik tiga kali lipat di awal 2022. Foto: ANTARA

Ekspor santan organik asal Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), naik tiga kali lipat di awal 2022. Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Di awal tahun 2022, ekspor santan organik asal Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), naik tiga kali lipat.

Santan merupakan produk olahan kelapa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga hingga industri.

“Kami memfasilitasi kelancaran ekspor empat kontainer santan yang dikirim ke Jerman di awal 2022,” kata Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo di Tanjungpinang, dilansir dari ANTARA Sabtu 12 November 2022.

Dari catatan Karantina Pertanian Tanjungpinang, di awal tahun 2021 PT BOF mengekspor santan kelapa sebanyak satu kontainer dari kawasan industri Lobam di Bintan.

BACA JUGA:  Sekda Bintan Apresiasi Program KKN-P2EM STIE Tanjungpinang di Kabupaten Bintan

Sementara di awal 2022, Jerman langsung menerima empat kontainer santan asli Bintan dengan volume 97,7 ton.

Menurut dia, peningkatan ekspor produk olahan kelapa ke Jerman hingga tiga kali lipat ini merupakan jawaban optimisme PT BOF dalam menyukseskan program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GraTiEks) komoditas pertanian.

Hal ini sesuai komitmen Kementerian Pertanian yang terus mendorong hilirisasi komoditas pertanian dengan hilirisasi industri pengolahan komoditas pertanian. Terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomis bagi komoditas tersebut dan menyerap ribuan tenaga kerja.

BACA JUGA:  Pj Wako Hasan Serahkan BLT Rp550 Ribu Per KK, Ada Sebanyak 16.000 KK yang Terima

“Alhamdulillah ini awal yang baik, rencananya akhir bulan ini ada pengiriman lagi,” ujar Raden.

Raden menyebutkan, dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam memberikan kemudahan pengurusan perizinan dan sertifikasi tentu sangat mempengaruhi keberlangsungan industri dan kelancaran ekspor.

Karantina Pertanian Tanjungpinang memfasilitasi ekspor komoditas pertanian dengan sertifikasi. Pelayanan sertifikasi pun dipermudah dengan layanan AKTIF Ekspor.

BACA JUGA:  Ini Jumlah Penduduk Provinsi Kepulauan Riau

“Layanan AKTIF Ekspor dan Klinik Ekspor tidak lain bertujuan untuk menyukseskan program GraTiEks,” ungkapnya.

Ia memastikan pejabat karantina telah melakukan pemeriksaan dan memantau proses muat produk santan tersebut ke dalam kontainer. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa komoditas yang dikirim sesuai dengan dokumen yang menyertai, sehat dan aman.

“Setelah melalui proses pemeriksaan, selanjutnya pejabat karantina menerbitkan sertifikat kesehatan. Sertifikasi merupakan jaminan pemerintah demi keberterimaan komoditas pertanian di negara tujuan,” kata Raden.(RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama
Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan
Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga
Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026
Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode
Lis Darmansyah Resmikan Gerai Perdana Indomaret di Tanjungpinang pada 19 Juni
Mustava Resmi Pimpin KADIN Kepri 2026-2031, Anindya Bakrie: Kepri Tepat Kembangkan Perdagangan dan Industrialisasi
23 Gerai Koperasi Merah Putih di Kepri Rampung, Operasional Ditargetkan Mulai Agustus 2026

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:36 WIB

Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode

Berita Terbaru