Dollar Lagi Turun, Libur Lebaran ke Singapura Lebih Murah

- Publisher

Sabtu, 23 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dollar Lagi Mudah, Libur Lebaran ke Singapura Lebih Murah. Foto: Istimewa

Dollar Lagi Mudah, Libur Lebaran ke Singapura Lebih Murah. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Liburan ke Singapura pada saat Hari Raya Idul Fitri bisa jadi akan lebih mudah dan murah.

Sebab, pemerintah Singapura berencana untuk menghapus semua syarat tes penyakit akibat virus corona (COVID-19) bagi wisatawan manca negara yang sudah mendapat vaksin penuh.

Selain itu, nilai tukar dolar Singapura juga relatif lebih murah ketimbang tahun lalu.
Kepala eksekutif dewan pariwisata Singapura, Keith Tan, mengatakan rencana tersebut akan “segera diberlakukan” kemungkinan dalam beberapa pekan ke depan.

Kebijakan tersebut tentunya bisa membuat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Singapura meningkat.

BACA JUGA:  WNI Sudah Boleh ke Singapura Tanpa Karantina, Ini Syaratnya

Pariwisata merupakan salah satu industri terbesar di Singapura, di tahun 2019 menyumbang sekitar 4% dari produk domestik bruto (PDB), menurut data dari Statista.

Sementara itu, nilai tukar dolar Singapura pada perdagangan Jumat (22/4/2022) pukul 10:14 WIB berada di kisaran Rp 10.518/SG$, naik tipis 0,07% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Sepanjang tahun ini, dolar Singapura turun 0,35%, dan di pekan ini volatilitasnya sangat tinggi.

Yang menarik, selain volatilitas yang tinggi, dolar Singapura justru cenderung menurun nilainya. Padahal pada pekan lalu, Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) sudah mengetatkan kebijakan moneternya.

BACA JUGA:  ABK Indonesia Di Kapal China: 'Tidur Hanya Tiga Jam, Makan 'Umpan Ikan', Hingga Pengalaman Pahit Yang Sulit Dilupakan Melarung Jenazah Teman

MAS pada Kamis (14/4/2022) mengumumkan merubah titik tengah (centre) menjadi lebih tinggi, dan sedikit menaikkan slope.

Untuk diketahui, di Singapura, tidak ada suku bunga acuan, kebijakannya menggunakan S$NEER (Singapore dollar nominal effective exchange rate), yang terdiri dari kemiringan (slope), lebar (width) dan titik tengah (centre).

Kebijakan moneter, apakah itu longgar atau ketat, dilakukan dengan cara menetapkan kisaran nilai dan nilai tengah dolar Singapura terhadap mata uang negara mitra dagang utama. Kisaran maupun nilai tengah itu tidak diumbar kepada publik.

BACA JUGA:  Arab Saudi Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadan 1447 H

Sebelumnya MAS sudah menaikkan slope sebanyak dua kali pada Oktober 2021 dan Januari tahun ini. Slope berfungsi membuat penguatan/penurunan dolar Singapura lebih cepat/lambat.

Ketika slope dinaikkan, maka dolar Singapura bisa menguat lebih cepat, begitu juga sebaliknya.

Dengan MAS yang sudah 3 kali mengetatkan kebijakan moneternya, dolar Singapura diperkirakan akan unggul di ASEAN. Tetapi nyatanya, masih sulit menumbangkan rupiah. Sepanjang pekan ini dolar Singapura tercatat melemah 0,47%, bahkan sempat menyentuh level termurah 2022. (RP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru