COVID Menggila, Rumah Sakit di Singapura Terancam Kolaps

- Publisher

Minggu, 26 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: AP/Yong Teck Lim)

(Foto: AP/Yong Teck Lim)

INIKEPRI.COM – Lonjakan COVID-19 yang terjadi membuat pemerintah Singapura memutuskan untuk memperketat pembatasan sosial warganya.

Pembatasan terbaru mulai berlaku pada hari Senin dan akan berlangsung hingga 24 Oktober.

Nantinya pembatasan termasuk pertemuan yang dibatasi hanya maksimal dua orang, dan wajib bekerja dari rumah.

Kebijakan ini diharapkan bisa menahan lonjakan penularan COVID-19 dan mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan.

Meski dengan upaya vaksinasi yang cepat, Singapura telah mencatat lebih dari dari 1.000 kasus harian minggu ini, termasuk 1.504 pada hari Kamis (23/9/2021) dan menjadi. jumlah tertinggi sejak awal pandemi.

BACA JUGA:  'Kucing' Raksasa Ini Kembali ke India, Setelah 'Hilang' 70 Tahun

“Banyak orang positif COVID-19 dengan gejala ringan mencari pengobatan medis di rumah sakit, kami ketika itu mungkin tidak diperlukan,” kata Kementerian Kesehatan Singapura dilansir dari CNBC International.

Dengan 82% populasi yang divaksinasi penuh, sekitar 98% kasus virus corona dalam empat minggu terakhir tidak memiliki atau gejala ringan.

Para menteri Singapura mengatakan bahwa lonjakan kasus COVID-19 di Negara dengan penduduk 5,7 juta orang itu telah memberikan tekanan luar biasa pada sistem perawatan kesehatannya.

BACA JUGA:  Saudia Airlines Angkut 106 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2024

Menteri Perdagangan Singapura Gan Kim Yong, sekaligus salah satu ketua gugus tugas virus corona pemerintah, mengatakan itu pengetatan pembatasan menjadi keputusan yang sangat sulit, mengingat dampaknya pada bisnis dan masyarakat.

Tetapi dia mengatakan kebijakan tersebut diharapkan bisa memperlambat kecepatan peningkatan (infeksi) dan menghindari membebani petugas kesehatan.

Pejabat kesehatan mengatakan infeksi telah berlipat ganda setiap delapan hari, dan jika tidak ada tindakan baru dapat melonjak menjadi 6.000 sehari dalam beberapa minggu.

BACA JUGA:  Edan! Dokter di India Pamer Makan Kotoran Sapi, Diklaim Berkhasiat

Untuk kasus COVID-19 ringan, pihak berwenang juga berusaha mengatur agar lebih banyak orang pulih di rumah dan meningkatkan fasilitas isolasi.

Upaya Singapura untuk mendorong lebih banyak pasien COVID-19 untuk tinggal di rumah menyebabkan beberapa kebingungan pada pekan ini. Hal ini terbukti dari jaringan hotline yang kewalahan oleh panggilan warganya.

Untuk melindungi warganya, Singapura juga memperluas program suntikan vaksin booster untuk mencakup mereka yang berusia 50 hingga 59 tahun mulai awal Oktober. (AFP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru