Oleh : Amirul Khalish Manik
INIKEPRI.COM – Saat ini tidak ada kata kunci yang begitu populer dan diminati oleh setiap bangsa, selain dari istilah “modernisasi dan industrialisasi”, kedua hal itu memang berhubungan erat dengan kemajuan dan pembangunan.
Di atas kedua kata kunci itu ditumpukan berbagai optimisme bahwa dengan modernisasi umat manusia akan mampu mengatasi kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan serta seterusnya daapat menjelajahi perkembangan dunia serta berkat industrialisasi jua yang dapat mengatasi masalah-masalah sosial-ekonomi. Kedua kata kunci itu memiliki korelasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi atau iptek.
BACA JUGA:
Kepri Terima 10 Ribu Al-Quran dari Yayasan Amirul Ummah Indonesia
Kendati modernisasi maupun industrialisasi pada dasarnya adalah untuk memecahkan masalah-masalah dasar pada hidup dan kehidupan umat manusia, namun yang terjadi malah sebaliknya, bahwa banyak di antara umat manusia yang keliru, menjadikan modernisasi dan industrialisasi sebagai tujuan, bukan sarana untuk mencapai kemaslahatannya. Demikian juga yang terus berkecamuk di alam pikiran generasi muda yang mengaku dirinya beridentitas Muslim, namun apa hendak dikata, mereka ini tersesat ditengah-tengah arus modernisasi dan diterpa kemajuan industrialisasi.
Suatu tantangan yang harus dihadapi, bukan hanya berdimensi jangka panjang tetapi dalam hitungan detik. Karena perkembangan perubahan itu yang menyebabkan semacam pergeseran tata nilai. Perubahan adalah sesuatu hal yang mesti terjadi. Akibat dari pandangan “iptek” mesti dikuasai, tetapi tanpa diselaraskan dengan nilai-nilai fundamental “iman dan taqwa” atau “imtaq”.
Sikap dan Perilaku Generasi Muda
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















