Cegah Masuknya PMK, Tanjungpinang Tidak Terima Pasokan Sapi dari Luar Provinsi Kepri

- Publisher

Kamis, 23 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar rapat koordinasi Satgas Kota Tanjungpinang terkait penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, kantor wali kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (22/6/2022). Foto: Istimewa

Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar rapat koordinasi Satgas Kota Tanjungpinang terkait penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, kantor wali kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (22/6/2022). Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar rapat koordinasi Satgas Kota Tanjungpinang terkait penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, kantor wali kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (22/6/2022).

BACA JUGA:

Waspada PMK, DP3 Tanjungpinang Lakukan Pengawasan Hewan Ternak

Penyakit pada hewan ternak tersebut telah menyebar di 19 provinsi, 208 kabupaten/kota telah tertular. Meski Provinsi Kepri masih berstatus bebas, kondisi ini tentunya menjadi perhatian khusus Pemko Tanjungpinang.

Wali Kota Tanjungpinang Rahma yang memimpin rakor tersebut menekankan untuk mengantisipasi wabah PMK ini, perlu ada kesepakatan bersama untuk tidak menerima pasokan sapi dari luar provinsi Kepri. Hal ini, agar tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengonsumsi daging sapi.

BACA JUGA:  Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri, Pemko Batam Intensifkan Operasi Pasar Murah

Kita harus satu suara, sementara ini tidak terima dulu pasokan sapi dari luar Provinsi Kepri. Kita perlu waspada, apalagi mendekati hari raya Iduladha.

BACA JUGA:

Kota Batam Kekurangan Hewan Kurban

“Ini perlu kita sampaikan ke masyarakat bahwa sapi yang masuk ke Tanjungpinang adalah hasil peliharaan peternak di wilayah Kepri,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri menyebutkan ketersediaan hewan kurban saat ini mencapai 918 ekor, 650 telah terjual dan 268 belum terjual.

Perkiraan kebutuhan hewan ternak untuk kurban jika memperhatikan jumlah masjid yang ada di kota Tanjungpinang sebanyak 180 Masjid dengan perkiraan jumlah pemotongan 5 ekor per masjid, maka jumlah hewan kurban dibutuhkan sebanyak 900 ekor sapi.

BACA JUGA:  PAC NU Kecamatan Tanjungpinang Kota Dilantik, Wako Rahma Harapkan Terus Berinovasi

Dan Musala yang ada sebanyak 132 diperkirakan membutuhkan 100 ekor sapi. Jadi asumsi kebutuhan sapi kurban diperkirakan 850 s.d 1.000 ekor.

“Di tambah kita juga ada 27 ekor sapi yang akan di lelang, 8 ekor untuk kurban, sisanya bisa digunakn untuk sapi potong,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Kepri, Drh. Berry mengapresiasi pemko Tanjungpinang yang secara cepat dan aktif membentuk satgas PMK di Tanjungpinang, meskipun belum ada hewan ternak yang tertular.

“Mudah-mudahan adanya tim satgas ini semakin memperkuat komunikasi antar sektoral,” ucapnya.

Terkait pemeriksaan dan pengawasan hewan kurban, pihaknya siap membantu, apabila dinas membutuhkan tambahan dokter hewan.

“Intinya kami memberi dukungan pemeriksaan hewan kurban sebelum di potong. PDHI di daerah senantiasa mengawal agar daerah aman. PMK ini tidak ada obatnya, jalan satu-satunya vaksinasi terhadap hewan ternak yang rentan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Puluhan Orang Kontak Erat dengan Pasien Covid-19 Tanjungpinang

Ia juga menjelaskan bahwa PMK ini tidak menular ke manusia, melainkan hanya kepada hewan yang rentan seperti sapi, kambing, kerbau, domba, dan satwa liar lainnya seperti rusa.

“Kalau untuk daging yang diperlakukan lewat pemasakan virusnya bisa mati, cuma kita perlu antisipasi penularan terhadap hewan ternak yang bisa mengakibatkan kerugian ekonomi pada hewan ternak,” pungkasnya.

Dalam rapat tersebut, untuk mencegah masuknya PMK ke daerah, tim satgas sepakat bahwa sementara ini Kota Tanjungpinang tidak menerima pasokan hewan ternak dari luar Provinsi Kepri. (RP)

Berita Terkait

Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan
Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Berita Terbaru