Muswil Deadlock! Pemuda Pancasila Kepri Akan Dinakhodai Siapa?

INIKEPRI.COM – Musyawarah Wilayah (Muswil) Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berakhir Deadlock.

Karena hal itu, penentuan siapa yang akan menjadi nakhoda PP Kepri ada ditangan Ketua umum KPH Yapto S Soerjosoemarno.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Natuna, Fadilah.

Dilansir dari LIPUTAN6.COM, Fadilah menjelaskan langkah itu diambil agar situasi muswil bisa berlangsung kondusif.

BACA JUGA:

Pemuda Pancasila Jadi Ormas Pertama yang Bangun Kantor Pusat di Ibu Kota Baru

“Keputusan ini diambil berdasarkan rapat terbatas MPN agar situasi di daerah kite tetap terjaga dan kekompakan berjalan sebagaimana mestinya,” kata Fadilah dikutip dari LIPUTAN6.COM, Rabu (28/6/2022).

Untuk diketahui, pada Muswil ini diikuti oleh dua kandidat, yakni Sunarto Poniman dan Neko Wesha Pawelloy.

“Calon ketua ditetapkan dua orang, Neko dan Poniman. Dan saya sangat yakin, kedua calon ini nanti akan disandingkan untuk memimpin MPW PP Kepri,” imbuh Fadilah.

Penyebab Deadlock?

Sementara itu, ditempat terpisah Erwan Bachrani, Tokoh Pemuda Kepri mengaku menyayangkan Muswil PP Kepri yang berakhir Deadlock.

BACA JUGA:

Mengenal Lebih Dekat Japto Soerjosoemarno, Pentolan Pemuda Pancasila

Seharusnya pemilihan itu, kata mantan ketua KNPI Lingga itu, bisa berlangsung demokratis sesuai dengan aturan yang ada lantaran tidak ada alasan kuat pemilihan tersebut diserahkan ke MPN Pemuda Pancasila.

“Sebenarnya sangat di sayangkan muswil ini diserahkan ke Ketum MPN harusnya tetap di lanjutkan karena tidak ada kejadian yang luar biasa,” kata Erwan, Rabu (29/6/2022).

Pemuda Pancasila, kata Erwan, adalah salah satu organisasi kepemudaan yang paling besar dan solid di Tanah Air.

Erwan pun menilai seharusnya pemilihan pimpinan di setiap daerah, termasuk Kepualuan Riau, bisa berlangsung secara demokratis.

“Pemuda Pancasila adalah organisasi besar dan solid kalau setiap ada persoalan di Muswil diserahkan ke MPN dalam hal ini Ketum Yapto, hal ini bisa menjadi pertanyaan di masyarakat. Muswil adalah cara demokratis untuk memilih ketua MPW yang tentunya ada dinamika adalah hal yang biasa dan seni berdomokrasi,” terangnya. (RBP/LIPUTAN6)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!