Menempa Generasi Muda Untuk Melahirkan Negarawan

- Admin

Senin, 1 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amirul Khalish Manik. Foto: Istimewa

Amirul Khalish Manik. Foto: Istimewa

Kedua, Generasi Muda Berjiwa nasionalisme dan patriotisme. Generasi muda harus bangga dengan bangsanya sendiri, Rasa memiliki, senasib, dan sepenanggungan adalah jiwa mereka. Keanekaragaman yang ada, diantaranya suku, agama, ras, budaya, serta pulau yang berjajaran dari sabang hingga merauke adalah mutlak menyatu kepada ”Bhinneka Tunggal Ika.” Bagi Muslim Negarawan, mengorbankan harta, tenaga, pikiran, dan nyawa sekalipun adalah ibadah. Dengan demikian, pupuklah diri dengan akhlak mulia, berkomitmen untuk meneguh kapasitas sehingga berintegritas.

Ketiga, Berpartisipasi dalam kontrol sosial dan stabilitas politik. Generasi muda berhak berpartisipasi dalam kontrol sosial dan stabilitas politik. Hak generasi muda untuk mengusulkan ide, gagasan, dan teguran terhadap pemerintah. Generasi muda sebagai kaum intelektual adalah kebanggaan masyarakat. Generasi muda adalah garda terdepan kekuatan masyarakat terhadap kesewenangan pemerintah dan sistem yang busuk. Aksi demonstrasi adalah hak mereka selagi dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Di negeri ini kita bisa melihat peranan generasi muda. Realita menunjukan, generasi muda belum berhasil totalitas dengan perannya dalam melakukan kontrol sosial dan stabilitas politik dalam negeri ini. Ke depannya, generasi muda diharapkan lebih merapatkan barisan dan teratur. Dengan demikian, akan muncullah pemimpin yang menyatu dengan barisan generasi muda, untuk sama-sama memajukan bangsa ini.

Baca Juga :  Menangkal Hoax, Menyebar Konten Narasi Positif Seputar Penanganan Pandemi

BACA JUGA:

Baca Juga :  Sambutan Ketua Umum GARPU Mempesona Para Undangan

Wacana Kemenag RI Untuk Pemetaan Potensi Masjid, Dinilai Perlu Digarap Serius dan Harus Didukung

Kempat, Berkarya. Sesuatu yang kita hasilkan dalam waktu tertentu, berwujud, dan bisa dirasakan langsung mamfaatnya oleh masyarakat, dan berpotensi untuk dikembangkan. Hal ini dikategorikan karya nyata. Bisa jadi anda adalah seorang penemu, atau perancang sesuatu, dan lain lain. Sebagai contoh, obat-obatan, alat/pesawat sederhana, jenis pupuk baru, makanan bergizi, software, dan lain lain. Persembahkanlah karya nyata, sekecil apapun yang bisa diberikan. Sebagai renungan, Bapak H.M. Anis Matta, LC mengatakan,”Berprestasi di tengah keterbatasan adalah kepahlawanan dalam bentuk yang lain.” Bapak B.S Wibowo, mengungkapkan: ”Jangan sampai kita meninggal tanpa menghasilkan jejak-jejak sejarah dalam hidup kita.”Dalam hal ini, marilah kita berkomitmen: ”Berkarya untuk Allah, orangtua, masyarakat, agama, bangsa dan negara. Janganlah mati sebelum benar-benar berkarya.”

Berita Terkait

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!
1 Desember, Ditjen Imigrasi Terapkan Penerbitan E-Paspor 100 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Selasa, 11 Maret 2025 - 02:08 WIB

Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika

Berita Terbaru