“Dengan sudah berkurangnya pandemi COVID-19, warga Jawa di Batam sudah bisa melakukan kegiatan-kegiatan untuk menampilkan kesenian-kesenian dari tiap-tiap paguyuban. Hal ini untuk melestarikan dan memperkaya kebudayaan di Batam. Juga bisa dijadikan ajang silaturrahmi untuk menjaga kerukunan dan keguyuban. Jika ini tercipta, maka warga Jawa akan berkontribusi untuk menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan di Kota Batam,” kata dia.

Di tempat yang sama Ki Lurah Punggowo Dr. Soerya Respationo mengajak kepada warga Jawa yang jumlahnya sekitar 33 % (400 ribu lebih) di Batam untuk selalu menjaga kerukunan. Baik sesama warga Jawa maupun dengan suku lain.
“Ada dua hal yg harus selalu diingat dan dipegang, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Artinya, dimanapun kita berada, kita harus menghormati adat istiadat daerah setempat,” kata pria yang akrab dipanggil Romo ini.
Dimanapun kita berada, sambung dia, jangan lupa asal usul kita dan budaya leluhur.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















