Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi meminta pertanggungjawaban dari kontraktor berkenaan dengan robohnya plafon Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak.
“Saya sudah mendapat laporannya dan saya akan cari kontraktornya. Saya akan minta pertanggungjawaban,” katanya di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis 8 September 2022.
Pihaknya juga akan meminta bantuan Satuan Pengawasan Intern (SPI) untuk memeriksa dan mengaudit pembangunan Masjid Tanjak, serta mencari tahu penyebab pasti runtuhnya plafon masjid tersebut.
“Kami akan periksa, apakah karena hujan, atau memang besinya yang tidak kuat. Ini sedang kami betulkan supaya bisa kembali digunakan untuk beribadah,” tambah Rudi. (MIZ)

















