Para peneliti Prancis melakukan studi mereka pada kebiasaan makan 103.388 orang. Mereka menemukan konsumen terbesar pemanis buatan rentan terhadap kondisi yang mempengaruhi aliran darah ke otak.
Studi sebelumnya telah melihat hubungan antara obesitas dan pemanis buatan. Sementara penelitian lain mengaitkan konsumsi berlebihan produk makanan dengan banyak kandungan pemanis dengan tekanan darah tinggi, peradangan, dan diabetes tipe 2, yang terkait dengan banyak masalah medis.
Institut Nasional Penelitian Kesehatan dan Medis Prancis mengumpulkan peserta rata-rata berusia 42 tahun dan mencatat makanan yang mereka konsumsi selama tiga hari. Tim kemudian membuat perbandingan dengan catatan medis untuk memungkinkan mereka menghubungkannya dengan penyakit kardiovaskular.
Sebanyak 37 persen dari kelompok dengan pemanis dalam makanan mereka memiliki asupan reguler rata-rata 42,5 mg atau 100 ml minuman diet. Konsumen pemanis buatan cenderung lebih gemuk. Mereka kemungkinan lebih berisiko terkena masalah jantung. (RBP/FAJAR)
Halaman : 1 2

















