Warga Resah, Proses Ganti Rugi Lahan di Teluk Bakau Dicampuri Oknum Ditpam

- Publisher

Selasa, 25 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PL Lahan BP Batam. Foto: Istimewa

PL Lahan BP Batam. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Warga RW 09 Teluk Bakau, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, menilai oknum Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam terlalu ikut campur soal pembebasan lahan.

Warga pemilik kebun satu persatu dipanggil dan diberikan sagu hati atas nama perusahaan yang akan membangun pabrik di dalam kawasan tersebut.

“Kami nilai Ditpam ikut campur, mereka tidak ada koordinasi dengan perangkat disini. Kalaupun mau memberikan sagu hati, duduk dulu kita, antara warga, BP Batam dan juga pihak perusahaan,” kata Ketua RW 09 Teluk Bakau, Haris Muhlisin, Senin, 24 Oktober 2022.

BACA JUGA:  Tahun 2022, BP Batam Cuma Dapat Jatah Anggaran Rp2,27 T

Kekecewaan warga lainnya ialah sagu hati yang diberikan tidak sesuai. Dari warga yang telah menerima, Ditpam BP Batam hanya memberikan ganti rugi untuk tanamannya saja.

“Sebenarnya biaya operasional yang besar itu mulai dari penggarapan lahan, pupuk dan lainnya. Kalau hanya dari tanaman yang dihitung tidak wajar,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pasca Desakan Masyarakat, Paschal Penuhi Panggilan Polisi

Diakui Haris, sebagian masyarakat yang memiliki kebun di kawasan Teluk Bakau sudah menerima sagu hati yang diberikan perusahaan melalui Ditpam.

“Sagu hati yang diberikan bervariasi, tapi rata-rata belasan juta. Tapi kenapa mereka memberikan sagu hati hanya membayar seharga tanaman saja,” ungkapnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Ketua RT 02, Diki Primana menyebut bahwa BP Batam akan mengalokasikan lahan dikawasan tersebut untuk perusahaan. Padahal sejak dulu, warga sudah berupaya untuk memutihkan kawasan tersebut dan bersedia membayar UWTO.

BACA JUGA:  Buka PKKMB Universitas Batam, Amsakar Achmad : Pendidikan Faktor Pendukung Daya Saing SDM

“Kami tinggal disini turun menurun dari orangtua kami terdahulu. Bahkan sebelum bandara dibangun. Kenapa BP Batam mengalokasikan lahan tersebut untuk pihak perusahaan,” Diki Primana

“Infonya ada tiga perusahaan yang ada seperti PT Bangun Industri, PT Prima Pratindo dan satu lagi saya lupa nama perusahaannya,” tutupnya. (MIZ)

Berita Terkait

Listrik Batam Pulih, Amsakar Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak dan Dorong Perbaikan Layanan
Pemulihan Listrik PLN Capai 100%, BP Batam Turun Langsung Kawal Layanan dan Dunia Usaha
BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik
Buka TMMD ke-130, Amsakar: Pembangunan Harus Dirasakan Langsung Masyarakat
BP Batam Percepat Pemulihan Air Pasca Pemadaman, 80 Persen Wilayah Batam Kembali Teraliri Air
Blackout Batam-Bintan, KNPI Kepri Desak Evaluasi Total Mitigasi dan Transparansi Investigasi PLN Batam
Renovasi Kantor, Layanan BPJS Kesehatan Batam Pindah ke MPP Mulai 14 Oktober
BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Listrik Batam Pulih, Amsakar Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak dan Dorong Perbaikan Layanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Pemulihan Listrik PLN Capai 100%, BP Batam Turun Langsung Kawal Layanan dan Dunia Usaha

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:30 WIB

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Buka TMMD ke-130, Amsakar: Pembangunan Harus Dirasakan Langsung Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BP Batam Percepat Pemulihan Air Pasca Pemadaman, 80 Persen Wilayah Batam Kembali Teraliri Air

Berita Terbaru