Ini Penyebab Proses Leasing Mobil-Motor Sekarang Lebih Ketat

- Publisher

Kamis, 24 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Belakangan ini, proses pengajuan untuk mendapatkan cicilan kredit kendaraan bermotor roda dua dan empat di lembaga pembiayaan atau leasing saat ini lebih ketat.

Bahkan prosesnya memakan waktu lebih lama dari sebelum periode pandemi yang lalu. Kini, salah satu yang membuat lebih ketat yaitu Syarat BI Checking atau SLIK.

BACA JUGA:  Prabowo Subianto Optimistis Kebijakan Satu Peta 2.0 Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

Fenomena itu pun diakui oleh kalangan pengusaha lembaga pembiayaan. Para penguasa itu beralasan karena semakin tingginya suku bunga Bank Indonesia (BI), dan meminimalisir mendapatkan debitur kredit yang rentan bermasalah di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik.

BACA JUGA:  ASEAN-BAC Summit Week 2023 Dihadiri Seribu Pimpinan Pemerintah dan Bisnis

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut langkah ini bukan hanya dilakukan leasing, namun juga perusahaan keuangan lainnya.

“Kita tahu suku bunga BI naik, apa segala naik. Kalau suku bunga naik, perusahaan keuangan apapun juga akan menghitung kembali dari debitur. Kemampuan debitur juga akan meningkat kalau dia akan bayar cicilan lebih tinggi,” sebutnya dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (22/11/22).

Berita Terkait

Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park
Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik
Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir di Batam
IHSG Anjlok 1,22 Persen ke Level 5.373, Investor Cermati Agenda Ekonomi Global
Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul
Kabar Baik bagi Pelanggan PLN Batam! Kompensasi Blackout Otomatis Masuk Tagihan November

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 07:49 WIB

Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir di Batam

Berita Terbaru