Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik

- Publisher

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, lepas pantai Natuna, memasuki tahapan penting. Produksi pipa sepanjang 80 kilometer (km) yang akan digunakan untuk proyek tersebut mulai dilakukan di Batam, Kepulauan Riau. Foto: SKK MIGAS

Proyek pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, lepas pantai Natuna, memasuki tahapan penting. Produksi pipa sepanjang 80 kilometer (km) yang akan digunakan untuk proyek tersebut mulai dilakukan di Batam, Kepulauan Riau. Foto: SKK MIGAS

INIKEPRI.COM – Proyek pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, lepas pantai Natuna, memasuki tahap penting. Produksi pipa bawah laut sepanjang 80 kilometer yang akan digunakan untuk proyek tersebut telah dimulai di Batam.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengatakan dimulainya produksi pipa menjadi bagian dari persiapan pembangunan infrastruktur Lapangan Gas Mako. Tahapan konstruksi proyek itu ditargetkan dimulai pada Desember 2026.

“Produksi pipa dalam negeri sepanjang 80 km untuk proyek pengembangan lapangan gas offshore WK Duyung Lapangan Mako Natuna, hari ini mulai diproduksi di Batam. Insya Allah bulan depan groundbreaking oleh Bapak Menko/Menteri ESDM,” ujar Djoko dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Proyek Digarap Konsorsium WNEL

Pengembangan Lapangan Gas Mako dikerjakan oleh konsorsium Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Exploration Ltd (WNEL). Konsorsium tersebut terdiri atas Conrad dengan kepemilikan 25 persen dan PT Nation Natuna Barat sebesar 75 persen.

BACA JUGA:  Menengok Upah Minimum di Sejumlah Negara ASEAN, Mana Paling Tinggi?

Selain produksi pipa di Batam, proyek ini juga mencakup pembangunan fasilitas produksi yang dikerjakan di dalam negeri. Pekerjaan tersebut melibatkan fasilitas PT PAL Indonesia di Surabaya serta fasilitas produksi atau yard di Batam.

Secara keseluruhan, pengembangan Lapangan Gas Mako meliputi pemboran sumur lepas pantai Natuna, pembangunan fasilitas produksi, hingga pemasangan pipa bawah laut sepanjang 80 kilometer.

Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua tahun. Setelah beroperasi, lapangan gas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Gas Mako Diprioritaskan untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Salah satu perkembangan penting dalam proyek ini adalah keputusan pemerintah mengarahkan seluruh produksi gas Lapangan Mako untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

BACA JUGA:  Kepala Perwakilan BI Kepri: Capaian Ekonomi Kepulauan Riau 2025 Tinggi, Fondasi Makro yang Kuat

Sebelumnya, gas dari lapangan tersebut direncanakan untuk dialirkan ke Singapura. Rencana itu berkaitan dengan keterbatasan infrastruktur pipa transmisi dari Natuna yang selama ini memiliki jalur penyaluran menuju negara tersebut.

Namun, penyelesaian pembangunan pipa West Natuna Transmission System (WNTS) menuju Pulau Pemping, Batam, membuka peluang pemanfaatan gas Natuna untuk kebutuhan dalam negeri.

Setelah mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur dan memperoleh persetujuan Menteri ESDM, pemerintah akhirnya menetapkan seluruh produksi gas Lapangan Mako dialirkan ke pasar domestik.

“Gas yang awalnya akan dialirkan ke Singapura karena hanya ada satu pipa dari Natuna ke Singapura, namun dengan selesainya pembangunan pipa WNTS (West Natuna Transmission System)-Pulau Pemping-Batam dan atas persetujuan Bapak Menteri ESDM, akhirnya gas seluruhnya 100% dialirkan ke domestik, khususnya untuk kelistrikan di Batam dan sekitarnya,” jelas Djoko.

BACA JUGA:  Sambut HUT Ke-62 bank bjb, Ada Banyak Program Promo dan Diskon Spesial

Pasokan Gas untuk Kelistrikan Batam

Keputusan mengalihkan seluruh produksi gas Mako ke pasar domestik menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pasokan energi, khususnya untuk sektor kelistrikan di Batam dan wilayah sekitarnya.

Djoko mengakui, secara komersial harga gas untuk pasar Singapura lebih tinggi. Meski demikian, pemerintah memilih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Dengan target produksi mencapai 111 MMSCFD, Lapangan Gas Mako diharapkan dapat memberikan tambahan pasokan gas bagi kebutuhan pembangkit listrik di Batam dan sekitarnya setelah seluruh fasilitas pengembangan selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Dimulainya produksi pipa di Batam sekaligus menandai keterlibatan industri dalam negeri dalam pembangunan infrastruktur energi lepas pantai Natuna. Proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan potensi gas nasional untuk mendukung kebutuhan energi domestik.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park
Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik
Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir di Batam
IHSG Anjlok 1,22 Persen ke Level 5.373, Investor Cermati Agenda Ekonomi Global
Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul
Kabar Baik bagi Pelanggan PLN Batam! Kompensasi Blackout Otomatis Masuk Tagihan November
Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 07:49 WIB

Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir di Batam

Berita Terbaru