Kesepian Sama Mematikannya dengan Merokok 15 Batang Per Hari, Hati-hati Ya!

- Admin

Sabtu, 3 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: SHUTTERSTOCK

Ilustrasi. Foto: SHUTTERSTOCK

Di sisi lain, survey yang dilakukan American Association of Retired Person (AARP) menunjukkan hasil yang hampir serupa.

Sebanyak 35 persen orang dewasa berusia 45 tahun ke atas mengalami kesepian. Pada lansia menunjukkan hasil bahwa mereka yang kesepian rentan terkena depresi.

Baca Juga :  Diundang ke Pernikahan Lewat Medsos, Haruskah Datang? Begini Hukum Fiqihnya

Keadaan itu kemudian disebut dapat memicu pikiran negatif seperti bunuh diri, penyakit demensia hingga alzheimer. Dampak negatif lainnya adalah penurunan kekebalan tubuh. Hal ini bisa sebabkan penyakit kronis seperti jantung dan sebagainya. (RP/FAJAR)

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Viral di Media Sosial, Ini Filosofi di Balik Kutukan Platypus
Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Indonesia Negara Pertama di Dunia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru di Obrolan Grup, Dari Tag Anggota hingga Pengingat Acara
Merasa Kehilangan Semangat? Coba 7 Langkah Ini untuk Pulih
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:32 WIB

Viral di Media Sosial, Ini Filosofi di Balik Kutukan Platypus

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:26 WIB

Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Senin, 12 Januari 2026 - 07:53 WIB

Indonesia Negara Pertama di Dunia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak

Berita Terbaru