INIKEPRI.COM – Saat berpuasa, umat Islam tak hanya diwajibkan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus menahan segala macam hawa nafsu yang dapat membatalkan puasa.
Di bulan Ramadan, melawan godaan hawa nafsu merupakan sesuatu hal yang cukup berat untuk dilakukan.
Salah satu soal hawa nafsu ini adalah, tak jarang saat berpuasa muncul godaan untuk menonton film porno.
Lantas, apakah hal tersebut bisa membatalkan puasa seseorang, meskipun tidak sampai ke ejakulasi?
BACA JUGA :
Khasiat Berbuka Puasa dengan Buah Naga
Melansir artikel dari Jatim NU, hal yang tak membatalkan puasa adalah apabila seseorang yang sedang berpuasa memandang sesuatu dengan syahwat.
Hal ini berdasarkan kitab Imam An-Nawawi, Raudhatut Thalibin wa Umdatul Muftin.
“Sperma jika keluar (ejakulasi) sebab onani, maka puasa seseorang batal. Tetapi jika mani keluar dengan semata-mata pikiran dan memandang dengan syahwat, maka puasanya tidak batal. Sedangkan ejakulasi sebab kontak fisik pada selain kemaluan, sentuhan, atau ciuman, maka puasanya batal.”
Ini pandangan mazhab Syafi’i. Demikian juga pandangan mayoritas ulama. (Lihat: Imam An-Nawawi, Raudhatut Thalibin wa Umdatul Muftin [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz II, halaman: 247).
Namun, Ustadz Ahmad Zahrudin M. Nafis dalam channel YouTube-nya, menjelaskan hal-hal apa saja yang membuat seseorang tidak bisa mendapatkan pahala meski sudah berpuasa sejak terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.
Hal ini tertulis dalam Kitab al-Taqrirat al-Sadidah fi al-Masail al-Mufidah yang dikutip Ustad Ahmad pada halaman 448-449.
BACA JUGA :
Miyabi Ternyata Pernah Muntah Saat Syuting Film Porno
“Artinya, seseorang yang melaksanakan puasa, jika melakukan hal tersebut, dia tidak akan mendapatkan pahala di sisi Allah SWT,” kata Ustad Ahmad seperti Suara.com beberapa waktu lalu.
Beberapa perkara yang membatalkan pahala puasa, lanjut dia, antara lain ialah memandang sesuatu yang haram atau yang halal dan boleh dilihat, tetapi dengan syahwat.
“Apa yang dimaksud dengan syahwat? pengarang kitab menjelaskan bahwasanya, seseorang tersebut merasa ‘lezat’ ketika melihatnya. Nah, ketika seseorang melihat tayangan yang membuat syahwat atau libidonya naik, dia merasa menikmati hal tersebut, berarti dia itu memandang sesuatu dengan syahwatnya,” katanya lagi.
Sehingga, kata dia, alangkah rugilah orang-orang yang berpuasa dari subuh hingga terbenamnya matahari, tetapi tidak mendapatkan pahala apapun, malah justru mendapatkan dosa.
Atas keterangan di atas, menonton film porno sebaiknya tidak dilakukan, jika tidak ingin puasa kita sia-sia di sisi Allah SWT. (RP)

















