INIKEPRI.COM – Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang kian modern saat ini tak selamanya mendatangkan hal positif bagi kesehatan. Penggunaan bahan pengawet makanan serta merokok merupakan pemicu kanker dalam tubuh seseorang.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021. Hasilnya, perokok laki-laki Indonesia, terbanyak di dunia.
BACA JUGA :
Kanker Tak Bisa Sembuh Namun Dapat Dikontrol
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Maria Endang Sumiwi melalui keterangan resminya pada Rabu (5/4/2023) mengatakan perokok Indonesia terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina.
“Kemudian perokok laki-laki Indonesia adalah yang terbanyak di dunia. Untuk meminimalisasi penyebaran kanker yang kian masif, perlu dilakukan deteksi dini kanker agar tidak terjadi keparahan yang berimplikasi terhadap beban biaya pengobatan,” kata Endang.
Deteksi dini diutamakan pada laki-laki, usia 40 tahun ke atas, kemudian perokok. Selanjutnya pajanan di tempat kerja dan lingkungan seperti pajanan asbes, silika, Dioxin, timbal, merkuri, formaldehid (formalin).
“Kemudian benzene (bahan bakar minyak, cat, dan polusi kendaraan bermotor), memiliki gejala batuk darah, batuk kronik, sesak nafas, nyeri dada, berat badan menurun,” kata Endang.
BACA JUGA :
Vape Dapat Sebabkan Kanker Paru, Benarkah?
Menurutnya, hal tersebut yang sangat harus diwaspadai karena dapat memicu kanker paru. Risiko Kanker Paru antara lain kebiasaan merokok atau terpapar rokok. Kemudian usia 50 tahun, genetik, dan pajanan karsinogen di tempat kerja dan lingkungan. (RP)

















