Hingga saat ini, Ngabila menyampaikan bahwa 2 pasien varian Arcturus di ibu kota tak mengalami gejala tersebut. Namun begitu, gejala mata merah justru terlihat pada beberapa pasien COVID-19 yang sedang dalam perawatan di rumah sakit.
“Sedang kami proses pemeriksaan genome sequencing,” ucapnya.
Selain itu, pada pasien varian Arcturus yang ditemukan di Jakarta, ia mengatakan bahwa pasien mengalami batuk kencang dan radang paru (pneumonia).
BACA JUGA:
Ini Langkah Strategis Pemerintah yang Berhasil Tangani Pandemi COVID-19
“Masyarakat yang memiliki gejala COVID-19 seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan sulit mencium bau, demam, mual dan muntah, disarankan memeriksaan ke puskesmas kecamatan terdekat,” pungkas Ngabila.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















